RADARCIREBON.TV- Rasa dada sesak atau tidak nyaman seusai makan sering kali kita cap sebagai gejala masuk angin, GERD, atau penyakit asam lambung.
Namun, sebaiknya Anda mulai ekstra waspada. Dalam beberapa kasus, keluhan yang mirip masalah pencernaan ini justru merupakan sinyal bahaya dari organ jantung.
Kisah ini nyata terjadi pada seorang wanita paruh baya yang selama hampir dua tahun kerap mengeluhkan dada sesak setiap kali selesai makan. Yakin kalau penyakitnya cuma masalah lambung, ia bertahun-tahun rutin minum obat maag dan penawar asam lambung.
Baca Juga:Awas Abu Vulkanik Bikin Kulit Irirasi! Ini 5 Cara Aman MembersihkannyaHaaland Cuma Butuh 3 Gol untuk Hancurkan Rekor Messi di Liga Champions, Duel Porto Jadi Penentunya!
Namun, bukannya membaik, rasa tidak nyaman itu justru makin sering datang. Saat akhirnya memberanikan diri memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung, betapa terkejutnya dia ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan serius pada pembuluh darah arteri koroner.
Beruntung, pasien tersebut langsung ditangani lewat prosedur angioplasti dan pemasangan ring (stent) untuk menyelamatkan aliran darah ke jantungnya.
Kenapa Gejala Jantung Sering “Nyamar” Jadi Masalah Lambung?
Kepala Departemen Jantung Rumah Sakit Saideep Sahyadri, Dr. Kiran Deepak, menjelaskan bahwa gejala penyakit arteri koroner memang kerap mengecoh karena sangat mirip dengan gangguan pencernaan.
“Penting untuk menyoroti bagaimana gejala penyakit arteri koroner terkadang bisa keliru dianggap sebagai masalah pencernaan, terutama ketika gejala tersebut muncul setelah makan,” ujar Dr. Deepak dikutip dari Times of India.
Lantas, kenapa bisa begitu? Posisi organ jantung dan lambung yang saling berdekatan membuat saraf pengirim sinyal nyeri di area dada dan perut atas saling tumpang tindih.
Saat jantung kekurangan pasokan darah kaya oksigen (kondisi yang disebut angina), timbul sensasi dada diremas, terasa berat, sesak, atau rasa panas seperti terbakar (heartburn). Sensasi panas dan sesak inilah yang sering membingungkan karena sangat mirip dengan serangan asam lambung.
Selain itu, seusai makan, tubuh secara alami mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan untuk mencerna makanan.
Baca Juga:Tembus Piala Asia U-20 2027, Timnas Indonesia Berpotensi Masuk Pot 3 dan Masuk Grup NerakaAwas Celah Keamanan di WhatsApp Android! Galeri Foto Bisa Diintip Lewat Video Call Saat HP Terkunci
Akibatnya, beban kerja jantung ikut meningkat. Jika pembuluh darah jantung sedang menyempit, pasokan darah ke jantung pun berkurang dan akhirnya memicu rasa sakit tepat setelah makan.
