RADARCIREBON.TV – Upaya pencarian terhadap lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda terus berlanjut. Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran, kali ini fokus di sisi utara Gunung Anak Krakatau. Kelima wartawan tersebut sebelumnya dikabarkan sedang meliput aktivitas erupsi gunung yang hingga kini masih berstatus Siaga Level III.
Pencarian 5 Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda Berlanjut
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan terus bergerak mencari keberadaan lima wartawan yang hilang kontak di sekitar Selat Sunda. Operasi pencarian hari ini menyisir sisi utara Gunung Anak Krakatau, area yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan mereka. Kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima wartawan tersebut berangkat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, setelah sekian lama tidak ada kabar, pihak keluarga dan rekan kerja melaporkan kehilangan kontak. Tim SAR pun langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kondisi kelima wartawan tersebut.
Baca Juga:Diduga Hendak Tawuran, 12 Remaja Diamankan Polisi di Balongan, 10 Sajam DisitaHapelnas 2026, PLN Icon Plus SBU Jabar Dengarkan Langsung Suara Pelanggan ICONNET di Bandung
Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda diimbau untuk turut membantu memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan kelima wartawan. Koordinasi antara tim SAR dan warga setempat sangat penting untuk mempercepat proses pencarian. Selain itu, para nelayan yang melintas di sekitar perairan tersebut juga diminta untuk melaporkan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Imbauan untuk Wartawan dan Peliput Bencana
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh jurnalis dan peliput bencana untuk selalu mengutamakan keselamatan diri. Saat meliput di kawasan berbahaya seperti gunung berapi yang sedang erupsi, penting untuk mematuhi protokol keselamatan, mengenakan alat pelindung diri, dan selalu berkoordinasi dengan pihak berwenang. Jangan memaksakan diri untuk mengambil gambar atau informasi di zona yang dinyatakan berbahaya.
Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III dengan radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif. Siapa pun dilarang mendekati kawasan tersebut, termasuk untuk keperluan peliputan. Keselamatan adalah yang utama, dan informasi dapat diperoleh melalui jalur resmi tanpa harus mempertaruhkan nyawa.
