Upaya memperluas jaminan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Cirebon masih terus dilakukan. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu tantangan untuk meningkatkan cakupan Universal Health Coverage atau UHC.
Upaya memperluas jaminan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Cirebon masih terus dilakukan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan cakupan UHC di Kabupaten Cirebon saat ini baru mencapai sekitar 65 persen, sementara cakupan kepesertaan yang diharapkan berada di angka 85 persen.
Untuk memenuhi kekurangan cakupan tersebut, pemerintah daerah membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Namun, di tengah kebijakan efisiensi, pemerintah daerah belum dapat menanggung seluruh kebutuhan pembiayaan untuk memperluas kepesertaan jaminan kesehatan.
Baca Juga:Antisipasi Bahaya Abu Vulkani, Polres Kuningan Bagikan Masker – VideoRibuan Siswa Sambut Hari Literasi Nasional 2026 – Video
Dinas Kesehatan mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dapat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan secara mandiri, khususnya bagi masyarakat dengan tingkat kemampuan ekonomi di atas desil lima.
Partisipasi masyarakat yang mampu secara ekonomi diharapkan dapat membantu memperluas cakupan kepesertaan jaminan kesehatan. Dengan begitu, dukungan anggaran pemerintah dapat lebih diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon juga mencatat adanya perubahan nilai kapitasi yang diterima puskesmas. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan sistem pelayanan, serta pembagian peserta dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di setiap wilayah.
Keberadaan klinik swasta dan dokter praktik mandiri juga menjadi bagian dari dinamika pelayanan kesehatan saat ini. Meski demikian, pemerintah daerah berharap seluruh fasilitas kesehatan dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, seiring upaya meningkatkan cakupan jaminan kesehatan di Kabupaten Cirebon.