RADARCIREBON.TV – Di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, momen ini justru dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab dengan menjual Pertalite secara eceran di marketplace. Harga BBM jenis Pertalite di marketplace dibanderol jauh lebih tinggi dibandingkan di SPBU resmi. Fenomena ini pun menuai sorotan publik karena dianggap mencari keuntungan di saat masyarakat sedang kesulitan. Praktik ini tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga berpotensi memperparah situasi kelangkaan yang sedang terjadi.
Pertalite Dijual Online di Marketplace Gegara BBM Langka
Pertalite yang dijual eceran melalui marketplace Facebook ditawarkan dengan harga bervariasi mulai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per 1,5 liter. Melansir dari Facebook, BBM tersebut dijual menggunakan kemasan botol plastik mineral berukuran kecil. Pengunggah juga menautkan titik lokasi penjualan yang berada di kawasan Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Praktik penjualan BBM di atas harga resmi di tengah momen kelangkaan ini memicu sorotan publik. Banyak warganet yang menyesalkan tindakan tersebut karena dinilai tidak memiliki empati terhadap masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan BBM.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menjelaskan bahwa meski penjualan kembali dari aspek regulasi umum tidak dilarang, namun tindakan mematok harga terlampau tinggi di tengah penderitaan warga sangat tidak beretika. Menurutnya, praktik tersebut seharusnya tidak dilakukan karena dapat merugikan banyak pihak. Di lain sisi, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Sulawesi Selatan terjadi karena adanya lonjakan permintaan terhadap BBM bersubsidi yang dibarengi perubahan pola konsumsi masyarakat.
Baca Juga:Harga Pertamax Cs Naik, Pengguna Pertalite Makin Nambah 9,4%, Pertamina: Stok AmanBBM Pertalite Langka di Medan, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU
Pertamina Tingkatkan Pasokan dan Operasional SPBU
Kebutuhan terhadap Solar JBT (Jenis Tertentu) di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan sekitar 10-15 persen selama periode Juni-Agustus 2026. Menanggapi hal tersebut, Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. “Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi,” ujar Kitty.
