Kedua pelajar itu kemudian dirujuk ke RSCM atas permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu diungkap oleh Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Bobby Nasution.
“Sebenarnya kalau secara penanganan medis dari tim dokter yang membawa ke Jakarta juga menyampaikan tim medis kita yang di Medan itu mumpuni, namun kemarin Bapak Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung, dimonitor langsung sama Bapak Wapres. Jadi anak yang memang terindikasi medis dan traumanya lebih tinggi dari teman-teman yang lain, Pak Wapres minta langsung dibawa ke Jakarta,” kata Gubsu Bobby, Sabtu (12/9/2026).
Imbauan untuk Tidak Bullying Korban
Bobby menjelaskan penanganan yang diperlukan bukan hanya secara medis, tetapi juga mental dan psikis korban. Sebab itu, Bobby meminta agar para korban tidak menjadi sasaran bullying di media sosial.
Baca Juga:Riset Gizi Anak Sekolah Jadi Masukan untuk Pengembangan Program MBGHasil Lab Kasus Keracunan MBG di Berastagi Ungkap 3 Bakteri, Siswi SMK Alami Hilang Ingatan 70 Persen
“Cuma saya minta tolong kepada kita semua, yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis tapi juga mentalnya dan juga psikis. Jadi saya minta tolong sekali ke media, permintaan anaknya juga kepada kami, jangan terlalu di-blow up karena salah satu hasil pemeriksaan ada 4 poin, poin keempat itu anak kita ini mentalnya terganggu karena siber bullying, seolah-olah mencari perhatian, ini mengganggu mental anak-anak kami,” ucapnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk DPR yang mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kompensasi kepada korban keracunan MBG. Proses pemulihan kedua korban di RSCM pun terus dipantau agar mereka bisa segera kembali sehat, baik secara fisik maupun mental.
