Kemensos menyebut keterbukaan dalam pemutakhiran data yang telah berjalan selama sekitar dua tahun mulai menunjukkan hasil. Lebih dari 4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang sebelumnya belum tersentuh program perlindungan sosial kini telah mendapatkan haknya.
Validasi Kelayakan Kini Pakai Kecerdasan Mesin
Menurut Gus Ipul, digitalisasi juga mengubah proses validasi kelayakan penerima bansos yang sebelumnya banyak bergantung pada proses manual. “Validasi kelayakan penerima bantuan tidak lagi ditangani secara manual oleh petugas, melainkan diproses langsung oleh sistem kecerdasan mesin yang terintegrasi dengan basis data pemerintah,” imbuhnya.
Dengan sistem ini, diharapkan penyaluran bansos ke depannya lebih transparan, akurat, dan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Partisipasi aktif warga melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga menjadi kunci keberhasilan program ini, karena merekalah yang paling mengetahui kondisi riil di lingkungan sekitar.
