RADARCIREBON.TV- Cristiano Ronaldo mengecam keras aksi tak terpuji sejumlah oknum suporter yang menyanyikan yel-yel ofensif kepada gelandang Al-Hilal, Rúben Neves.
Nyanyian tersebut membawa-bawa nama mendiang sahabat Neves, Diogo Jota, dalam pertandingan Saudi Pro League pada Sabtu lalu.
Mengutip The Guardian, Ronaldo menegaskan bahwa ulah suporter tersebut sudah sangat keterlaluan. Bintang Portugal itu pun mendesak otoritas liga untuk mengambil langkah tegas.
Baca Juga:Rupiah di Ujung Tekanan! Geopolitik dan The Fed Bisa Bikin Dolar, Minyak hingga Emas BergejolakErick Thohir Beri Pesan Tegas Jelang Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Suporter Wajib Ramah!
“Pihak liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini,” tulis Ronaldo dalam kolom komentar sebuah unggahan Instagram yang memperlihatkan rekaman insiden tersebut.
“Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batasannya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh lagi diizinkan masuk ke stadion.”
Insiden memprihatinkan ini terjadi saat Al-Hilal bertandang ke markas Al-Taawoun di Buraydah. Rekaman video dari tribun penonton yang viral di media sosial memperlihatkan sekelompok suporter meneriakkan nama “Jota” untuk memprovokasi Neves.
Menyadari ejekan yang mengarah padanya, Neves sempat menunjuk ke mata lalu mengarahkan tangannya ke langit—sebuah gestur penghormatan emosional untuk mendiang sahabatnya.
Usai laga, Neves memberikan sindiran menohok saat melewati area wawancara (mixed zone).
“Saya harap mereka tidak pergi berdoa setelah ini,” ujar Neves singkat.
Diogo Jota, mantan bintang Liverpool dan rekan setim Neves di timnas Portugal, tutup usia tahun lalu akibat kecelakaan mobil tragis di Zamora, Spanyol, yang juga menewaskan saudaranya, André Silva.
Baca Juga:iPhone Duo Jadi HP Lipat Pertama Apple, Tapi Siapa Sangka China Sudah Memulai Sejak 2018Chrome Darurat! Google Temukan 26 Celah Keamanan, Pengguna Diminta Segera Update dan Restart
Hubungan Neves dan Jota terbilang sangat dekat, bahkan Neves menjadi salah satu pengusung peti jenazah saat prosesi pemakaman Jota.
Meski Al-Hilal sukses melibas Al-Taawoun dengan skor telak 6-0, insiden ini menyisakan sorotan tajam.
Aksi tersebut kembali memicu kritik pedas terkait batas rivalitas di lapangan, yang dinilai sudah melangkahi ranah kemanusiaan dan empati atas tragedi pribadi seorang pemain.
