Motor Listrik Bisa Terbakar? Ini 5 Penyebab yang Wajib Diketahui Pengguna, Nomor 1 Paling Berisiko!

Foto
Ilustrasi/ Gemini ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Popularitas motor listrik di Indonesia kini makin menanjak. Selain ramah lingkungan, biaya operasionalnya yang irit bikin banyak orang tergiur untuk beralih dari motor bensin. Namun, di balik berbagai kepraktisannya, muncul satu kekhawatiran yang kerap membayangi para pengguna: risiko motor listrik terbakar.

Kasus motor listrik yang mendadak mengeluarkan asap hingga memercikkan api memang cukup menakutkan. Padahal, jika dipahami lebih lanjut, motor listrik tidak akan terbakar begitu saja tanpa adanya pemicu.

Agar tetap aman saat berkendara, berikut adalah beberapa penyebab utama motor listrik bisa terbakar yang wajib Anda ketahui:

Baca Juga:Harga Suzuki Fronx 2025 Bekas Mulai Rp220 Jutaan, SUV Coupe Irit Ini Makin DiburuDaftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dirilis, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen!

1. Masalah pada Baterai (Thermal Runaway)

Baterai adalah “jantung” dari motor listrik, sekaligus komponen yang paling rawan jika tidak dirawat dengan benar. Kebanyakan motor listrik menggunakan baterai berbasis lithium-ion.

Jika baterai mengalami benturan keras, kemasukan air, atau terpapar panas ekstrem, bisa terjadi korsleting internal yang memicu reaksi rantai panas berlebih (thermal runaway). Reaksi kimia ini dapat memicu kepulan asap tebal hingga kobaran api yang sulit dipadamkan.

2. Penggunaan Charger Tidak Standar

Pengin baterai cepat penuh lalu asal pakai charger rakitan atau fast charger yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan? Kebiasaan ini sangat berbahaya.

Charger yang tidak cocok bisa menyalurkan tegangan listrik berlebih ke dalam baterai, membuat sel baterai kepanasan dan akhirnya rusak atau meledak saat diisi ulang (overcharging).

3. Kerusakan Modifikasi Kelistrikan

Banyak pemilik motor yang hobi merombak kendaraannya, seperti menambah lampu variasi, klakson berdaya tinggi, atau sistem audio.

Sayangnya, jika pemasangan kabel dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhitungkan arus listrik, sambungan yang longgar bisa menimbulkan percikan api dan memicu korsleting pada sistem utama.

4. Kerusakan pada BMS (Battery Management System)

Setiap baterai motor listrik berkualitas dibekali dengan BMS yang bertugas mengatur arus masuk-keluar serta menjaga suhu baterai tetap stabil.

Baca Juga:Cara Cek Sisa Umur HP Xiaomi dengan Mudah, Ternyata Bisa Dilihat dari HP Sendiri!Bocoran Radar John Herdman untuk Timnas Indonesia: Rafael Struick hingga Taisei Marukawa Jadi Sorotan!

Jika sistem BMS ini rusak atau error, kontrol terhadap suhu baterai akan hilang, sehingga risiko panas berlebih (overheating) makin tinggi.

5. Terobos Banjir hingga Air Masuk ke Komponen Vital

0 Komentar