Bakom Soroti Dugaan Penyadapan Presiden: Politik Busuk Tak Boleh Dibiarkan Merusak Persatuan

Syahganda Nainggolan
Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah isu penyadapan Presiden. | Foto:disway
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan ambisi kekuasaan melahirkan praktik politik busuk yang dapat memecah belah persatuan Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda di tengah mencuatnya dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional.

Menurut Syahganda, dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia menilai tindakan tersebut telah mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi mengancam keselamatan Presiden.

“Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa memecah-belah persatuan kita,” ujar Syahganda dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga:Breaking! Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas PortugalDahlan Iskan Beri Tanggapan Santai Soal Isu Penyadapan LSP: Saya Sudah Merasa Lama

Ia menegaskan, pemerintah akan melawan segala bentuk tindakan yang mengarah pada makar demi menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Syahganda mengatakan, Presiden merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang wajib dijaga dan dihormati seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, pengkhianatan yang dilakukan pejabat negara terhadap Presiden perlu dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi. Oleh karena itu, ia meminta setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden diusut secara objektif dan transparan.

“Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syahganda mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mempertahankan keutuhan bangsa. Ia menekankan, perbedaan kepentingan politik maupun ambisi kekuasaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan persatuan nasional.

0 Komentar