RADARCIREBON.TV- Sering kali flu dianggap cuma penyakit ringan yang bakal hilang sendiri, apalagi gejalanya memang sekilas mirip dengan pilek atau masuk angin. Padahal, ada beberapa virus influenza yang bisa beredar dan menyebabkan flu musiman, salah satunya influenza B. Virus ini bisa memicu gejala seperti demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.
Menariknya, influenza B punya karakteristik yang berbeda dari influenza A sehingga masih banyak hal yang mungkin belum diketahui tentang virus ini. Nah, kalau kamu sering mendengar istilah influenza B tetapi masih bingung apa hubungannya dengan flu musiman, yuk, kenali fakta-faktanya lebih jauh!
5 Fakta Influenza B
1. Influenza B merupakan salah satu penyebab flu musiman
Ketika mendengar istilah influenza, mungkin yang pertama kali terlintas adalah virus influenza A. Namun, sebenarnya, influenza B juga beredar di antara manusia dan merupakan salah satu penyebab epidemi flu musiman, lho. Jadi, meskipun namanya gak sepopuler influenza A, virus ini tetap berkontribusi pada terjadinya kasus flu dari waktu ke waktu.
Baca Juga:Update Klasemen ASEAN Club Championship 2026 dan Jadwal Pertandingan Hari Ini 8 OktoberPort FC vs Persib Bandung Shopee Cup 2026 Live TV Malam Ini Jam Berapa? Cek Siaran Langsung dan Live Streaming
Influenza B sebagian besar menyerang manusia dan dapat memunculkan gejala yang cukup dikenal, seperti demam, batuk, nyeri kepala, sakit otot, dan tubuh yang lemas. Gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat tubuh tidak dalam kondisi prima. Dari sini terlihat jelas bahwa influenza B bukan hanya sekadar istilah yang ditemukan dalam hasil pemeriksaan, tetapi benar-benar termasuk virus yang menyebabkan flu musiman.
2. Influenza B berbeda dari influenza A
Walaupun keduanya dapat menyebabkan flu musiman, influenza B dan influenza A adalah dua jenis virus yang berbeda. Salah satu perbedaan utama adalah influenza A terbagi menjadi subtipe seperti H1N1 dan H3N2, sedangkan influenza B gak diklasifikasikan berdasarkan subtipe, melainkan melalui garis keturunan atau lineage.
Perbedaan ini mungkin terkesan teknis, tetapi sebenarnya membantu para ahli untuk mengidentifikasi dan memantau virus yang ada. Pemantauan semacam ini sangat penting karena virus influenza selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Ketika musim flu tiba, para peneliti tidak hanya memperhatikan jumlah kasus, tetapi juga memperhatikan jenis virus yang sedang banyak beredar.
