Kepala SPPG Dicopot, KPPG Temukan Pelanggaran Pengolahan MBG – Video

Kepala SPPG Dicopot, KPPG Temukan Pelanggaran Pengolahan MBG
0 Komentar

Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi atau KPPG menemukan dugaan pelanggaran prosedur pengolahan makanan dalam program MBG. Temuan ini muncul setelah tim Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan melakukan investigasi ke dapur SPPG yang diduga terkait insiden keracunan. Akibatnya, operasional SPPG dihentikan sementara dan Kepala SPPG dicopot dari jabatannya.

Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi atau KPPG menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam pengelolaan dapur MBG yang terkait insiden keracunan pada Selasa kemarin. Temuan tersebut didapat setelah tim Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan melakukan investigasi terhadap kondisi fisik dapur, manajemen, hingga proses pengelolaan SPPG.

Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah pengolahan telur puyuh yang disebut berasal dari pihak luar SPPG. Kepala SPPG mengakui bahan makanan tersebut dipesan dari pihak mitra dan telah melalui proses pengolahan sebelum dibawa ke dapur. Padahal, sesuai petunjuk teknis, bahan makanan seharusnya diproses dan diolah di dalam dapur SPPG.

Baca Juga:Karhutla Gunung Ciremai Masih Sisakan 3 Titik Api – VideoKarhutla Ciremai, Pemprov Jabar Siapkan Opsi Water Bombing – Video

Atas temuan tersebut, KPPG menegaskan akan melakukan tindak lanjut terhadap pihak yang bertanggung jawab. Sementara itu, operasional SPPG telah dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan keluar dalam wantu dua pekan.

Tak hanya penghentian operasional, Kepala SPPG yang bersangkutan juga telah dicopot dari jabatannya. KPPG menyebut, sanksi tambahan masih dimungkinkan dijatuhkan setelah hasil pemeriksaan dan investigasi selesai, termasuk kemungkinan penutupan SPPG secara permanen.

KPPG menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian, pihak yang bertanggung jawab akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam menjamin keamanan pangan dan kepatuhan terhadap prosedur pengolahan makanan.

0 Komentar