Buku Konstitusi Hijau, Model Ideal Kemitraan Konservasi di Ciremai – Video

Buku Konstitusi Hijau, Model Ideal Kemitraan Konservasi di Ciremai
0 Komentar

Kebakaran hutan Gunung Ciremai pekan lalu menjadi pelajaran penting tentang perlunya kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Pengalaman Masyarakat Peduli Api atau MPA yang berjuang di garis depan pemadaman menunjukkan bahwa pelestarian hutan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas taman nasional. Ada kondisi ideal yang bisa menjadi referensi perbaikan ke depan.

Kebakaran hutan Gunung Ciremai yang sukses dipadamkan pekan lalu, menjadi pelajaran penting tentang perlunya kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi taman nasional. Salah satunya pengalaman Masyarakat Peduli Api atau MPA yang berjuang di garis depan pemadaman menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam buku berjudul “Konstitusi Hijau” dan Masa Depan Kemitraan Konservasi dalam Pengelolaan TNGC. Buku karya Doktor Haji Dadan Taufik bersama Nandar Junar Arif S.Hut, resmi diluncurkan Rabu 4 November 2026.

Baca Juga:Komplotan Pencuri Kabel Diringkus Polisi – Video3 ASN Dilantik Walikota, Salah Satunya Mengisi Jabatan Sekretaris Disdukcapil – Video

Isinya sangat membuka wawasan dalam multi perspektif, antara lain dari sudut pandang historis, hukum, kebijakan, serta model kemitraan untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi.

Salah seorang penulis, Doktor Dadan Taufik menjelaskan, gunung memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah Kuningan, Majalengka, Cirebon, hingga Indramayu.

Menurutnya, kemitraan konservasi tidak boleh hanya berhenti pada larangan dan pengawasan. Masyarakat desa penyangga yang memiliki hubungan historis dengan kawasan hutan, termasuk kelompok pemanfaat hasil hutan bukan kayu atau HHBK, perlu mendapat ruang partisipasi dengan hak dan kewajiban yang jelas.

Pentingnya peran masyarakat terlihat saat kebakaran Ciremai pekan lalu. Bahkan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi atau KDM dapat menyaksikan langsung perjuangan anggota MPA dan relawan di medan terjal. Mereka menembus hutan, memadamkan bara secara manual menggunakan alat seadanya, serta membuat sekat bakar untuk menghambat penyebaran api.

Pihaknya menilai, keberadaan MPA perlu diperkuat melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, perlengkapan, dan koordinasi berkelanjutan. Buku ini juga menawarkan 4 arah pengembangan konservasi, mulai dari rekonstruksi kebijakan, kolaborasi pemerintah-masyarakat-swasta, penguatan hak konstitusional masyarakat, hingga model tata kelola TNGC yang berkelanjutan.

0 Komentar