Bermalam Beralaskan Abu, Relawan MPA Tembus Benteng Ciremai – Video

Bermalam Beralaskan Abu, Relawan MPA Tembus Benteng Ciremai
0 Komentar

Sepuluh relawan Masyarakat Peduli Api atau MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning menembus medan terjal Benteng Ciremai, untuk menyisir sisa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Dulang. Mereka bahkan bermalam di tengah bebatuan vulkanik dengan berselimut dingin dan beralaskan abu sisa kebakaran.

Sepuluh relawan Masyarakat Peduli Api atau MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning menembus medan terjal Benteng Ciremai, untuk menyisir sisa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Dulang, sebuah bukit di dekat puncak gunung tertinggi di Jawa Barat.

Perjalanan dimulai Minggu sore, 25 Oktober 2026, dengan menyusuri savana di Bukit Seribu Bintang, hutan lebat, hingga tebing berbatu di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga:604 Kontingen Kabupaten Cirebon Dilepas ke Porprov Jabar 2026 – VideoMarching Band SMPN 1 Siap Ikuti Kompetisi Internasional – Video

Tim yang dipimpin Dodo Darsa ini berangkat setelah menerima informasi dari BPBD, masih adanya kepulan asap di sekitar Gunung Dulang, yang berbatasan dengan zona rimba Taman Nasional Gunung Ciremai. Total perjalanan menuju sekitar titik api ini mencapai 5 jam.

Kondisi medan dan gelapnya malam membuat para relawan harus beristirahat di celah bebatuan, dengan alas seadanya di tengah abu sisa kebakaran. Senin pagi, 26 Oktober, mereka kembali bergerak untuk mencari sumber asap yang masih terlihat.

Dodo membagi sepuluh anggota menjadi dua kelompok untuk menyisir sejumlah titik. Hasilnya, relawan menemukan bara di dalam batang-batang pohon tumbang yang masih mengeluarkan asap. Mereka memotong dan memecah bagian kayu yang terbakar agar bara di dalamnya dapat dijangkau dan dipadamkan.

Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam di tengah keterbatasan air dan medan yang terjal. Saat tim mulai menuruni Benteng Ciremai, relawan diguyur hujan cukup deras, yang disambut lega oleh para relawan.

Dodo menyebut, awalnya tim berencana melanjutkan penyisiran hingga Selasa jika masih ditemukan potensi titik api. Namun, turunnya hujan dan hasil penyisiran menjadi pertimbangan untuk kembali ke Pos Bukit Seribu Bintang. Menurutnya, bara yang tertinggal di batang pohon tetap perlu diwaspadai karena berisiko memicu kebakaran kembali.

Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar Junar Arif, mengapresiasi kesiapan anggotanya dalam menjalankan misi penyisiran di medan ekstrem. Namun, ia mengingatkan bahwa keberanian harus disertai kesiapan fisik, perlengkapan memadai, dan pertimbangan keselamatan. Pengetahuan medan yang dimiliki warga sekitar Ciremai juga menjadi bekal penting dalam membantu penanganan karhutla.

0 Komentar