gemilangnya di laga krusial ini, banyak yang meragukan bahwa ini mungkin salah satu kesempatan terakhir bagi Salah untuk bermain di putaran final Piala Dunia, mengingat usianya yang kini 33 tahun.
•Dikritik Klub, Dipuji di Tanah Air
Tahun 2025 juga diwarnai kritik terhadap performa Salah di level klub bersama Liverpool. Beberapa suporter dan media Inggris menyerukan agar manajer Liverpool mempertimbangkan untuk mencadangkan Salah atau mengubah taktik bermainnya.
Dalam pertandingan melawan Chelsea, misalnya, Salah dikritik karena “nyaris tidak terlihat” dan hanya menyentuh bola sebanyak 35 kali selama pertandingan penuh, meskipun ia tetap dipercaya bermain sebagai starter.
Baca Juga:Salah Tendang Penalti di Waktu Tambahan, Liverpool Curi 3 Poin dari Turf MoorMohamed Salah & Virgil van Dijk!! Ikon Finansial Liverpool di Musim 2025
Namun, setelah aksi heroik bersama tim nasional, dukungan terhadapnya meningkat tajam di Mesir. Begitu tiba di bandara Kairo, Salah disambut bak pahlawan: puluhan ribu pendukung, termasuk anak-anak sekolah, berkumpul untuk meneriakkan namanya dan menyambutnya kembali ke tanah air.
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) pun secara resmi memuji peran “legenda hidup sepak bola Mesir” tersebut, menyebut bahwa performanya tetap tak tergantikan dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.
Apa Selanjutnya Untuk Salah & Mesir?
Dengan satu laga kualifikasi tersisa melawan Guinea-Bissau Mesir diperkirakan akan menggunakan pertandingan tersebut untuk rotasi pemain dan menjaga kebugaran skuad utama sebelum Piala Afrika dan putaran final Piala Dunia.
Salah sendiri bisa jadi akan mendapatkan waktu istirahat agar tidak kelelahan, tetapi tetap akan menjadi figur sentral jika tim membutuhkan dorongan mental dan pengalaman di turnamen besar nanti.
Di tingkat klub, performa luar biasa di level internasional bisa menjadi momentum bagi Salah untuk membalikkan narasi di Liverpool. Media Inggris dan suporter di sana mungkin akan semakin mendukungnya jika ia kembali tajam di Anfield.
Piala Afrika 2025, yang akan digelar di Maroko pada 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026, kemungkinan besar akan menjadi ajang besar bagi Salah, mungkin kesempatan terakhirnya untuk mengangkat trofi besar bersama negara.
