Kelangkaan bahan bakar minyak non subsidi, di lingkup nelayan Kejawanan, Kota Cirebon, membuat ratusan kapal gagal berlayar menangkap ikan. Sementara ini, DKP3 Kota Cirebon, terus mengupayakan solusi untuk pemenuhan BBM non subsidi, seperti koordinasi intensif dengan pihak Pertamina agar segera menyalurkan BBM non subsidi untuk kebutuhan kapal nelayan.
Ratusan kapal nelayan, di Pelabuhan Perikanan Nusantara, PPN Kejawanan, gagal berlayar sejak beberapa bulan terakhir, karena belum mendapatkan pasokan BBM yang maksimal. Meski kebutuhan BBM subsidi sudah dipenuhi, namun masih mengalami kekurangan.
Bahkan jenis kapal besar di atas 30 GT, mengandalkan sepenuhnya BBM non subsidi. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, DKP3 Kota Cirebon, terus melakukan upaya. Agar masalah kelangkaan BBM bisa segera ada jalan keluar, melalui koordinasi intensif dengan pihak BPH Migas, Pertamina untuk mempercepat proses penyaluran BBM non subsidi ke SPBN Kejawanan.
Baca Juga:DLH Siapkan Langkah Kolaboratif Atasi Persoalan Sampah – VideoNelayan Di PPN Kejawanan Kesulitan Dapat Bahan Bakar – Video
Sementara, meski ada permintaan dari nelayan, namun untuk menambah kuota BBM subsidi, dari 15 kilo liter, menjadi 24 kilo liter, menjadi kebijakan pemerintah pusat. Hanya saja untuk di Kota Cirebon, kuota BBM subsidi sekitar 2.700 kilo liter setahun yang dibagi rata agar semua kapal bisa mendapat jatah.
Pemerintah daerah juga, terus melakukan permohonan, untuk penambahan kuota BBM subsidi ke pemerintah pusat. Dengan harapan, permasalahan yang kini dialami nelayan, bisa teratasi dan para anak buah kapal tidak terlalu lama menganggur.