RADARCIREBON.TV – Tren buruk yang melanda Real Madrid di kompetisi Eropa musim ini tak luput dari sorotan tajam banyak orang, termasuk dari eks pemainnya, Steve McManaman.
Pria asal Inggris tersebut menilai performa Los Blancos pada ajang Liga Champions UEFA masih jauh dari ekspektasi, termasuk bila dipandangi dari standar tinggi yang selama ini melekat pada klub itu.
Perjalanan Real Madrid di Liga Champions 2025/2026 harus terhenti pada babak perempat final setelah tersingkir oleh Bayern Muenchen.
Baca Juga:Kemenangan Tipis Persija Jakarta atas PSBS Biak, Mauricio Souza Kritik Lini Serang yang LemahPrediksi Bali United versus Malut United, Mampukah Hindari Hasil Buruk dari Putaran Sebelumnya?
Kekalahan itu terasa pahit, sebab Real Madrid datang dengan menyandang status sebagai salah satu favorit juara. Akan tetapi, mereka dinilai gagal menunjukkan konsistensi dan ketajaman yang biasanya menjadi kekuatan utama tim.
McManaman menyinggung beberapa alasan yang dinilai sebagai faktor utama kegagalan tersebut, mulai dari kurang solidnya lini pertahanan sampai minimnya kreativitas di sektor tengah.
Dia juga menilai Real Madrid tampak kesulitan menghadapi intensitas permainan tinggi dari Bayern, terutama pada sejumlah laga krusial di lini tengah.
Langkah Real Madrid pada Liga Champions 2025-2206 cuma mencapai perempat final usai disingkirkan oleh Bayern Muenchen.
Los Blancos menyerah dari klub raksasa Jerman itu dengan agregat 4-6.
Bahkan Real Madrid tak pernah memetik kemenangan dalam dua kali pertarungan kontra Bayern Muenchen.
Leg pertama, Real Madrid dilibas dengan skor 1-2 di markas.
Lalu, tim asuhan Alvaro Arbeloa menyerah dengan skor 3-4 ketika bergantian menyambangi Allianz Arena.
Baca Juga:Erick Thohir Pastikan PSSI Belum Akan Tambah Pemain NaturalisasiLowongan Penggerak Kampung Nelayan Merah Putih Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Padahal skuad Real Madrid diperkuat dengan deretan pemain top seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan yang lainnya. Tetapi, mereka tetap saja tak bisa menaklukkan tim Eropa.
Menurut analisa Steve McManaman, kegagalan Real Madrid di Liga Champions dikarenakan para pemain bintangnya merasa sudah memiliki nama besar. Dia menilai hal itu juga memengaruhi performa tim.
“Para pemain adalah bos di Real Madrid. Pemain memiliki kekuatan yang luar biasa. Saya pikir itulah inti permasalahannya,” kata gelandang Real Madrid periode 1999-2003 tersebut.
Lebih lanjut, McManaman mengatakan sebesar apa pun seorang pemain, seharusnya tunduk pada instruksi pelatih yang notabene memegang kendali tim. Tetapi, kondisi di Real Madrid justru anomali.
