Pencarian hari ke dua, dua orang pelajar Sekolah Menengah Pertama dikabarkan hilang dan tenggelam di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Cirebon, terus dilakukan. Keduanya terbawa kuatnya arus bawah sungai, saat berenang bersama empat orang rekannya. Keluarga korban pun menanti diselimuti kecemasan berharap jasad anaknya segera ditemukan.
Hari kedua, suasana duka menyelimuti keluarga Adit, pelajar Sekolah Menengah Pertama yang dikabarkan tenggelam di Sungai Cisanggarung, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Kamis siang. Keluarga berharap-harap cemas, jenazah pelajar asal desa Pakusamben, Kecamatan Babakan tersebut, bisa segera ditemukan dalam kondisi apapun. Bahkan Sani, sang ibu dan beberapa kerabatnya, rela menginap di lokasi usai mendapat kabar anaknya hilang terbawa arus pada Rabu petang kemarin.
Peristiwa tenggelamnya Adit diketahui, saat korban bersama tiga rekannya bermain air di pinggiran sungai Cisanggarung, selepas pulang sekolah. Namun, Adit bersama satu korban lainnya yakni Hakim, yang berenang ke tengah, mendadak hilang dan tenggelam tersapu arus. Kedua rekan korban yang berada di pinggir, kemudian panik dan melaporkan dua rekannya hilang tenggelam.
Baca Juga:Pertanyakan Perpanjangan SK, Alumni Desak Rektor Segera Gelar Mubes Ikatan Alumni UGJBayi Baru Lahir Dibuang Ke Sungai – Video
Sementara, tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, Tagana, serta TNI dan Polri, melakukan penyisiran di sekitar titik korban pertama kali dikabarkan tenggelam. Dengan mengandalkan dua perahu karet dan tim penyelam, petugas menyisir area dasar yang memiliki kedalaman enam setengah meter. Petugas juga menyebar beberapa anggotanya untuk melakukan pemantauan di aliran sungai Cisanggarung yang memiliki lebar hampir tiga puluh meter.
Hingga Kamis siang, proses pencarian yang dilakukan di radius tiga ratus meter dari titik kejadian, belum membuahkan hasil. Arus bawah yang sangat kuat diperparah banyaknya bebatuan hingga kayu dan pipa mempersulit proses pencarian dua pelajar yang tenggelam.