8 Momentum Kunci di Balik Gelar Premier League Arsenal: Dari Belanja Cerdas Hingga Misi Balas Dendam

Mikel Arteta
merayakan trofi Premier League 2026 bersama para pemain Arsenal F.C. di tengah hujan confetti di Emirates Stadium.sumber img:@arsenal
0 Komentar

RADARCIREBON.TV– Setelah 22 tahun menanti, gelar Premier League akhirnya kembali ke tangan Arsenal. Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan semata, melainkan hasil dari perencanaan matang yang dimulai dari meja transfer hingga momen-momen krusial di lapangan. Dengan fondasi utama berupa belanja pemain yang cerdas, Mikel Arteta berhasil membangun skuad yang tangguh dan konsisten sepanjang musim 2025/2026. Berikut adalah 8 momentum yang menentukan perjalanan The Gunners menuju puncak klasemen.

1. Pembelian Declan Rice di Musim Panas 2023

Langkah pertama yang menjadi fondasi utama adalah akuisisi Declan Rice dari West Ham dengan harga 116,6 juta euro. Meskipun mahal, kehadiran Rice langsung mengubah wajah lini tengah Arsenal. Ia menjadi “jantung” tim dengan kemampuan membaca permainan, memotong serangan lawan, serta distribusi bola yang akurat. Musim 2025/2026 menjadi puncak performanya, dengan 6 gol dan 8 assist dari posisi gelandang bertahan. Rice juga dinobatkan sebagai kapten tim setelah Odegaard, menjadi pemimpin di lapangan yang selalu tampil konsisten tanpa cedera berarti.

2. Kedatangan David Raya yang Menggeser Ramsdale

Keputusan kontroversial Arteta mendatangkan David Raya dari Brentford (pinjaman dengan opsi beli) pada 2023 akhirnya terbukti sebagai langkah jenius. Musim 2025/2026 adalah musim terbaik Raya di Emirates. Ia mencatatkan 17 clean sheet dari 38 pertandingan, tertinggi kedua di liga. Penyelamatan krusialnya saat melawan Manchester United di Old Trafford dan tendangan penalti Cole Palmer yang melambung menjadi dua momen yang menyelamatkan poin Arsenal di momen krusial.

Baca Juga:Rp22 Triliun Demi Mimpi Premier League, Habis Manis Sepah Disingkirkan? Jatah Juara Arsenal Tak Main-Main11 Momen Sakral yang Mengantar Arsenal Juara Premier League, Dari Keputusan Kontroversial Hingga Kutukan Palac

3. Kebangkitan Kai Havertz sebagai False Nine

Setahun lebih didatangkan dengan harga 75 juta euro, Havertz sempat menjadi bulan-bulanan kritik. Namun, musim ini Arteta menemukan posisi terbaiknya sebagai false nine. Havertz mencetak 14 gol dan 11 assist di Premier League, termasuk gol kemenangan ke gawang Liverpool di Anfield dan Manchester City di Etihad. Kemampuannya menarik bek keluar dari posisi membuka ruang bagi sayap seperti Saka dan Martinelli.

4. Rekrutan Murah Meriah: Jorginho dan Trossard

Tak semua belanja mahal. Dua rekrutan “murah” terbukti menjadi pahlawan super sub. Jorginho yang didapat gratis dari Chelsea pada 2023 tampil gemilang di laga-laga krusial, termasuk assist penentu saat melawan Tottenham. Sementara Leandro Trossard (didatangkan dari Brighton dengan harga 24 juta euro) menjadi pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mencetak hat-trick di babak pertama melawan Liverpool di Anfield (Februari 2026).

0 Komentar