RADARCIREBON.TV– Penantian panjang selama 44 tahun akhirnya berakhir sudah. Aston Villa resmi mengangkat trofi Liga Europa 2025/2026 setelah membantai Freiburg dengan skor telak 3-0 di partai final yang digelar di Besiktas Park, Istanbul, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini bukan sekadar piala biasa, melainkan napas segar bagi sejarah klub yang terakhir kali merasakan gelar juara Eropa pada musim 1981/1982.
Di bawah arahan maestro spesialis kompetisi kasta kedua Benua Biru, Unai Emery, The Villans mulai tancap gas menggempur pertahanan lawan sejak babak pertama. Tidak hanya mengandalkan pengalaman, anak asuhnya juga bergerak dinamis memanfaatkan setiap celah, menciptakan dua gol cepat sebelum jeda yang membuat wakil Jerman itu kehilangan arah.
Babak Pertama Mematikan, Dua Gol Penentu
Bertanding di Stadion Besiktas yang panas, Aston Villa sempat terlihat gugup di awal laga. Namun, perlahan mereka menemukan ritme permainan. Meskipun penguasaan bola lebih rendah (47 persen), pasukan Emery melepaskan 16 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran, sementara Freiburg hanya mampu 7 tembakan (2 on target).
Baca Juga:Final Liga Europa: Aston Villa Hajar Freiburg 3-0, Unai Emery Ukir Sejarah 5 GelarAston Villa Bangkit dari Kubu Degradasi ke Puncak Eropa, Unai Emery Cetak 5 Gelar Liga Europa
Keunggulan yang ditunggu tiba pada menit ke-41. Umpan silang Morgan Rogers disambut tendangan volley keras Youri Tielemans yang meluncur ke sudut kiri gawang Freiburg. Kiper Noah Atubolu tak mampu berbuat banyak.
Tak butuh waktu lama, di masa injury time babak pertama (45+3′), Emiliano Buendia yang bercokol di sisi kiri kotak penalti memutar badan dan melepaskan tembakan kaki kiri melengkung indah. Bola bersarang di sudut kiri atas gawang. Skor 2-0 menutup babak pertama.
Pesta Gol di Babak Kedua, Freiburg Tak Berdaya
Memasuki babak kedua, Freiburg mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun lini belakang Villa yang dikomandoi Emiliano Martinez tampil solid. Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Freiburg justru kembali kebobolan pada menit ke-58. Buendia yang menjadi motor serangan mengirim umpan silang rendah ke tiang dekat, disambar oleh Morgan Rogers untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Keunggulan telak membuat Villa nyaman memainkan bola. Amadou Onana sempat nyaris mencetak gol keempat pada menit ke-70 jika kepalanya tidak membentur tiang gawang. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
