RADARCIREBON.TV– Sebuah sejarah baru kembali ditorehkan oleh kapten juru taktik asal Spanyol di pentas Eropa. Unai Emery resmi mencatatkan namanya sebagai arsitek paling sukses di Liga Europa, setelah berhasil mempersembahkan trofi kelima bagi klub yang diasuhnya. Kali ini, giliran Aston Villa yang menuai manisnya singgasana kompetisi kasta kedua Benua Biru, usai membungkam Freiburg dengan skor telak 3-0 pada partai final di Istanbul, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Ditunggu oleh penantian panjang para pendukung The Villans yang sudah 30 tahun merindukan gelar juara, Unai Emery mulai tancap gas membangun strategi mematikan di lapangan. Tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, pasukan Inggris itu juga bergerak cepat memanfaatkan setiap peluang, mencetak dua gol keemasan di penghujung babak pertama yang membuat Freiburg kehilangan konsentrasi.
Babak Pertama Mematikan, Dominasi Total Penentu Kemenangan
Bertanding di Besiktas Park yang dipenuhi atmosfer panas Turki, kedua tim sempat terlihat gugup di awal laga. Namun, perlahan Aston Villa menunjukkan taringnya. Meski kalah dalam penguasaan bola, pasukan Emery unggul dari segi kuantitas peluang, melepaskan 16 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran.
Baca Juga:Final Liga Europa: Aston Villa Hajar Freiburg 3-0, Unai Emery Ukir Sejarah 5 GelarAston Villa Bangkit dari Kubu Degradasi ke Puncak Eropa, Unai Emery Cetak 5 Gelar Liga Europa
Keunggulan yang dinanti akhirnya tiba pada menit ke-41. Morgan Rogers mengirim umpan silang brilian yang disambut dengan tendangan voli keras oleh Youri Tielemans, membuat bola meluncur deras ke sudut kiri gawang Freiburg tanpa bisa diantisipasi kiper Noah Atubolu.
Tak sampai disitu, tepat di masa injury time babak pertama (menit ke-45+3), giliran Emiliano Buendia yang bercokol di sisi kiri kotak penalti. Setelah memutar badan, gelandang asal Argentina itu melepaskan tembakan kaki kiri melengkung indah yang bersarang di sudut kiri atas gawang. Skor 2-0 memantapkan langkah Aston Villa menuju ruang ganti.
Pesta Gol Di Babak Kedua, Freiburg Tak Berdaya
Memasuki babak kedua, Freiburg mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, lini belakang Villa yang dikomandoi Emiliano Martinez tampil solid dan sulit ditembus.
Alih-alih memperkecil kedudukan, Freiburg justru kembali kebobolan pada menit ke-58. Kali ini, akselerasi Buendia di sisi kiri berakhir dengan umpan silang rendah ke tiang dekat, yang dengan mudah disambar oleh Morgan Rogers untuk mengubah skor menjadi 3-0. Keunggulan telak ini membuat pasukan Emery nyaman memainkan bola. Sisa pertandingan berjalan dengan tekanan terus menerus dari Villa, bahkan Amadou Onana sempat nyaris mencetak gol keempat pada menit ke-70 jika kepalanya tidak membentur tiang gawang.
