Nasib Sancho di masa depan juga masih belum jelas. Manchester United dikabarkan ingin melepasnya secara permanen dengan harga sekitar 25-30 juta euro, jauh di bawah harga belinya yang mencapai 85 juta euro pada 2021. Beberapa klub seperti Borussia Dortmund dan Crystal Palace dikabarkan tertarik untuk mengakuisisi jasanya. Namun, performa yang kurang meyakinkan di Aston Villa membuat negosiasi menjadi sedikit lebih sulit. Sancho sendiri dikabarkan ingin kembali ke Bundesliga untuk memulai babak baru kariernya.
3. Andre Onana: Sensasi Piala Turki di Antara Lika-liku Eksistensi
Kiper bernomor punggung 24 ini mungkin adalah sosok paling kontroversial. Didatangkan dengan banyak ekspektasi sebagai kiper penyapu modern, ia gagal total di Inggris karena inkonsistensi. Kesalahan-kesalahan fatal yang ia lakukan di awal musim bersama MU membuat kepercayaan dirinya anjlok. Namun, segalanya berubah saat ia meninggalkan Old Trafford menuju raksasa Turki, Trabzonspor.
Ototot dipercaya sebagai kiper utama dan sukses membawa klub tersebut memenangkan Piala Turki. Penampilannya yang stabil di bawah mistar menjadi salah satu faktor penting timnya bisa finis dengan trofi. Di final melawan Fenerbahce, Onana melakukan tiga penyelamatan krusial yang menjaga gawangnya tetap bersih hingga skor akhir 2-0 untuk kemenangan Trabzonspor. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan oleh beberapa media Turki.
Baca Juga:Resmi! Hansi Flick Perpanjang Kontrak di Barcelona hingga 2028, Target Liga Champions Masih MembaraRobert Lewandowski Meneteskan Air Mata di Laga Perpisahan, Barcelona Beri Penghormatan Layak untuk Sang Legend
Musim ini, Onana telah mencatatkan 18 clean sheet dari 42 penampilan di semua ajang, sebuah statistik yang jauh lebih baik dibandingkan saat ia bermain di MU. Ia berhasil membangun kembali reputasinya sebagai salah satu kiper terbaik di Liga Turki. Kini, masa depannya di United kembali menjadi spekulasi liar. MU dilaporkan ingin menjualnya dengan harga sekitar 15-20 juta euro, sementara Trabzonspor dan beberapa klub Liga Italia seperti Inter Milan dan AS Roma dikabarkan tertarik untuk merekrutnya.
Kontras Pahit: Bagaimana Setan Merah Tanpa Emas?
Di sisi lain, ketiadaan gelar MU sebenarnya bukan bencana besar, mengingat musim ini adalah transisi. Michael Carrick yang baru saja diangkat secara permanen lebih fokus pada perombakan besar-besaran dengan dana melimpah dari sponsor dan Jackpot Liga Champions untuk musim depan. Carrick sendiri dalam beberapa wawancara mengakui bahwa membangun tim yang kompetitif membutuhkan waktu dan kesabaran. “Kami tidak bisa instan. Kami harus membangun fondasi yang kuat dulu,” ujarnya.
