Ironi Setan Merah: MU Nyaris Musim Tanpa Gelar, Kontras dengan Trio Pinjaman yang Sukses Angkat Trofi 2025/26

Marcus Rashford
gelar La Liga bersama Barcelona sumber img:@fcbarcelona
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Beredar kabar ironi di akhir musim di kubu Manchester United. Meski secara tim utama finis di peringkat tiga Premier League dan sukses mengamankan tiket Liga Champions, kabinet trofi Setan Merah untuk musim 2025/26 dipastikan tetap kosong. Namun di luar itu, tiga punggawa yang masih terikat kontrak dengan klub justru malah merayakan pesta gelar di negara lain. Ini bukan sekadar kabar biasa, melainkan potret pahit manis bahwa bakat berkualitas tersebar di mana-mana ketika suasana hati Old Trafford sedang tidak mendukung.

Musim 2025/2026 menjadi masa transisi besar-besaran di Manchester United. Setelah Ruben Amorim dipecat pada Januari 2026, Michael Carrick mengambil alih kursi kepelatihan dan berhasil menyelamatkan musim dengan finis ketiga. Namun, minimnya trofi di level senior menjadi catatan tersendiri. Sementara itu, tiga pemain yang tidak masuk dalam rencana Carrick atau dipinjamkan justru meraih sukses gemilang di klub lain. Fenomena ini memunculkan pertanyaan: apakah MU terlalu cepat melepas mereka, atau justru ini adalah bagian dari strategi jangka panjang yang mulai membuahkan hasil?

Di tengah fokus Carrick membangun kembali skuad dengan dana 300 juta poundsterling, punggawa yang tak masuk proyek utama justru menghabiskan waktu di klub peminjam. Ironisnya, mereka berhasil menyabet trofi prestisius sepanjang tahun ini. Siapa saja mereka? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga:Resmi! Hansi Flick Perpanjang Kontrak di Barcelona hingga 2028, Target Liga Champions Masih MembaraRobert Lewandowski Meneteskan Air Mata di Laga Perpisahan, Barcelona Beri Penghormatan Layak untuk Sang Legend

1. Marcus Rashford: Sang Legenda Baru di Tanah Catalonia

Nama ini adalah personifikasi kebangkitan yang paling spektakuler. Dipinjamkan ke Barcelona karena dianggap tak lagi dibutuhkan di Old Trafford, penyerang asal Inggris ini justru berjaya di Spanyol. Keputusan MU melepas Rashford dengan status pinjaman pada awal musim sempat menuai kontroversi. Banyak penggemar yang merasa bahwa pemain didikan akademi sendiri itu masih memiliki potensi besar. Namun, faktanya di Barcelona, Rashford menemukan kembali sentuhan terbaiknya.

Statistiknya berbicara: 14 gol dan 14 assist dari total 48 laga di seluruh kompetisi musim ini. Ia menjadi salah satu pemain kunci di lini serang Barcelona yang digalang oleh Hansi Flick. Kecepatan, dribel, dan ketajamannya di depan gawang membuat lini pertahanan lawan kerepotan. Tak heran jika ia berhasil mencuri hati para fans Camp Nou yang awalnya meragukan kualitasnya.

0 Komentar