“Laporan sampah yang gak ada habis-habisnya ini benar-benar menguras mental untuk dikelola, kadang juga makan waktu lama untuk dibantah,” keluh Stenberg. Waktu dan tenaga yang terbuang percuma ini, lanjutnya, “bener-benar menghambat niat kami untuk terus hidup.”.
Keluhan serupa juga dirasakan oleh maintainer proyek Matplotlib, Scott Shambaugh. Ia harus menghadapi seorang agen AI yang meledak-ledak di depan publik hanya karena kontribusi kodenya ditolak. Di sisi lain, para peneliti keamanan top dunia mulai enggan melaporkan celah karena program bug bounty banjir laporan tak jelas dan jadi susah membedakan laporan mana yang kredibel.
Para pakar memperkirakan situasi ini akan semakin parah. Akhir-akhir ini, muncul model AI baru seperti Opus 4.6 dari Anthropic yang mampu menemukan lebih dari 500 celah zero-day di pustaka sumber terbuka hanya dalam sekali jalan. Ancaman banjir laporan otomatis terlihat akan berlanjut dalam skala yang jauh lebih masif di masa depan.
