Torvalds Pusing Banjir Bug AI

Linus Torvalds
Linus Torvalds berbicara di atas panggung di Open Source Summit 2026 sumber img: pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Bukan rahasia lagi kalau tren penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan celah keamanan kode program lagi populer-populernya di kalangan peneliti siber. Namun, tren yang seharusnya membantu mengamankan perangkat lunak ini justru berbuah petaka. Baru-baru ini, Linus Torvalds, sang arsitek kernel Linux, meluapkan unek-uneknya. Ia mengeluh karena mailing list keamanan proyek andalannya banjir laporan bug otomatis dari AI. Banjir ini bukan hanya membuat pekerjaan menumpuk, tapi juga menguras waktu dan energi, berkat ulah laporan ganda yang muncul dari alat yang mirip-mirip.

Di tengah gencarnya serbuan laporan mentah yang belum tentu valid ini, Linus Torvalds mulai tancap gas mengeluarkan aturan baru. Tak hanya sekadar mengeluh dan tinggal diam, sang bapak Linux pun juga bergerak menegaskan bahwa setiap penemuan celah dari AI tidak bisa serta-merta diterima mentah-mentah dan disamaratakan dengan laporan manual biasa.

Keamanan Linux Jadi Gak Karuan, Banjir Laporan ‘Ganda’ dari Alat yang Mirip

Di sela-sela merilis pembaruan kernel Linux 7.1-rc4, Linus menyampaikan kegundahannya. Menurutnya, belakangan ini pengelola proyek Linux benar-benar dibuat pusing tujuh keliling dengan kondisi mailing list keamanan yang sudah di luar kendali. Menurutnya, penyebab utamanya karena proses pelaporan keamanan yang ditemukan AI saat ini sangat berantakan.

Baca Juga:Dari Hobi di Halaman Rumah, Kini Kebun Anggur Suherman di Siak Jadi Pusat Perhatian dan Cuan BerlipatProyek Ambisius Bikin Gempar di 2026: Konsep GPU Setara 5060 Ti, Cuma Kekuatannya Balik ke Masa Lalu 4 Tahun!

Pasukan pelapor keamanan dengan modal alat AI pemindai kode kini bertebaran di mana-mana. Mereka ini menggunakan alat yang sama untuk mencari dan menemukan kerentanan. Alhasil, ketika mereka melaporkannya ke tim, laporan yang masuk jadi dobel, triple, bahkan sampai ratusan lipat untuk satu masalah yang sama, karena mereka sama-sama mengirim temuan temuan itu dalam waktu berdekatan ke daftar keamanan mereka yang privat.

“Baneran laporan AI ini sudah bikin milis keamanan hampir sepenuhnya gak terkendali karena duplikasi yang begitu besar, di mana orang-orang yang berbeda menemukan hal yang sama menggunakan alat yang sama pula,” curhat Linus seperti diwartakan The Verge. Ia juga secara terang-terangan menyebut bahwa laporan ganda ini adalah “gejolak yang sama sekali tidak berguna” yang justru menyumbat jalur komunikasi krusial.

0 Komentar