Meski nilai tukar dolar Amerika Serikat kini menembus kisaran Rp18 ribu, Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon menilai kondisi tersebut belum berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia. Keputusan bekerja ke luar negeri dinilai lebih didorong kebutuhan ekonomi dan keinginan meningkatkan taraf hidup keluarga.
Di tengah naiknya harga dolar Amerika yang kini mencapai 18 ribu, Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon atau Disnaker menyebut kenaikan nilai dolar belum menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri.
Menurut Disnaker, bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, pada umumnya mereka sudah memikirkan dan merencanakan dari jauh-jauh hari dan lebih dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga. Sedangkan untuk kenaikan dolar sendiri baru terjadi belum lama ini.
Baca Juga:Layang Layang Masih Digemari & Jadi Primadona Anak Anak – VideoNU Cirebon Belanja Masalah Dalam Halaqah Pra-Mubes – Video
Berbeda dengan Kabupaten Cirebon maupun Indramayu yang dikenal sebagai daerah kantong pekerja migran, jumlah PMI asal Kota Cirebon relatif lebih sedikit. Mayoritas warga yang memilih jadi PMI bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memenuhi kebutuhan hidup.
Hingga akhir Mei 2026, Disnaker Kota Cirebon mencatat sekitar 130 calon pekerja migran telah编berangkat ke berbagai negara tujuan. Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong masih menjadi destinasi favorit, terutama bagi pekerja perempuan yang bekerja di sektor domestik.
Terkait peningkatan dan penurunan dibanding tahun sebelumnya, Disnaker belum dapat memastikan. Evaluasi biasanya dilakukan pada akhir tahun, pada 2025 lalu, tercatat sekitar 280 PMI terdata melalui Disnaker Kota Cirebon.