Ledakan populasi eceng gondok di Waduk Darma menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan seluruh pihak yang menikmati manfaat ekonomi dari Waduk Darma tidak boleh hanya mengambil keuntungan tanpa ikut bertanggung jawab menjaga kelestariannya.
Ledakan eceng gondok di Waduk Darma menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan. Saat memimpin gerakan sapu bersih eceng gondok di kawasan Waduk Darma, Sabtu pagi, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan seluruh pihak yang menikmati manfaat ekonomi dari Waduk Darma tidak boleh hanya mengambil keuntungan tanpa ikut menjaga kelangsungan ekosistem waduk.
Menurut Bupati, eceng gondok memiliki daya adaptasi, daya sebar, dan daya rusak yang sangat tinggi. Apabila dibiarkan tanpa penanganan serius, tanaman air tersebut dapat menurunkan kualitas air, merusak ekosistem, serta mengancam perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian.
Baca Juga:Trusmi Kulon Desa Tangguh Narkoba – VideoPerusahaan Diingatkan Untuk Mengelola Limbah – Video
Pihaknya menjelaskan, eceng gondok mampu berkembang biak dengan cepat secara vegetatif maupun generatif. Kondisi ini menyebabkan penyebarannya sulit dikendalikan apabila penanganan hanya dilakukan sesaat dan tidak berkelanjutan.
Bupati juga menyentil para pelaku usaha dan pihak yang mendapatkan keuntungan dari aktivitas wisata maupun usaha di Waduk Darma. Menurutnya, tanggung jawab penanganan eceng gondok tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah dan APBD.
Untuk memastikan penanganan berjalan berkelanjutan, bupati telah menginstruksikan Sekretaris Daerah dan jajaran terkait agar melakukan koordinasi intensif. Asisten Daerah II ditunjuk sebagai koordinator lapangan dan diminta menyampaikan laporan perkembangan setiap minggu.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, komunitas, serta dukungan alat berat dari PSDA dan BBWS. Pemkab Kuningan berharap gerakan bersama ini dapat mempercepat pemulihan kondisi Waduk Darma dalam satu hingga dua bulan ke depan