Warga di sekitar lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan dampak aktivitas proyek yang menimbulkan debu tebal dan kerusakan jalan. Keluhan tersebut saat ini telah dimediasikan dengan pihak pelaksana proyek dan berujung pada komitmen penyiraman jalan secara berkala.
Aktivitas kendaraan berat yang keluar masuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, memicu berbagai keluhan dari masyarakat sekitar. Selain menyebabkan kondisi jalan menjadi berlubang dan rusak, abu atau debu yang ditimbulkan dari mobilitas proyek juga dinilai sangat mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.
Salah satu warga setempat, Rohmat, mengatakan bahwa keluhan tersebut sudah disampaikan secara resmi kepada pihak proyek melalui proses mediasi yang digelar sekitar awal Juni lalu.
Baca Juga:Jalan Kedondong Luwung Kencana Susukan Rusak & Dikeluhkan – VideoDLH Kab. Cirebon Berencana Bangun TPA Baru Di Gempol – Video
Dalam pertemuan tersebut, warga meminta agar penanganan debu dilakukan secara lebih intensif melalui penyiraman jalan yang rutin. Meski kini penyiraman sudah mulai dilakukan setiap pagi dan sore hari, warga menilai frekuensinya masih belum optimal dan belum sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Menurut Rohmat, keluhan warga sebenarnya tidak berfokus pada besaran nilai kompensasi, melainkan pada aspek kenyamanan dan keamanan lingkungan selama proyek berlangsung. Selain polusi debu, lalu lalang kendaraan besar dinilai berisiko bagi keselamatan anak-anak serta menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Warga berharap pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target pada bulan Juli mendatang. Selain itu, pihak pelaksana proyek diharapkan komitmen menepati janji untuk memperbaiki kembali akses jalan yang rusak setelah seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan. Dengan demikian, dampak merugikan yang selama ini dirasakan warga dapat segera teratasi.