Update Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kamis 25 Juni 2026: Menguat Tipis di Rp17.928 per Dolar AS

Dolar
Nilai tukar rupiah hari ini Kamis 25 Juni 2026 bergerak fluktuatif di level Rp17.928 per dolar AS, menguat tipis dari posisi kemarin
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kabar baik datang dari pasar keuangan Tanah Air. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Kamis 25 Juni 2026, terpantau bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis. Berdasarkan data pasar dan referensi Bloomberg, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp17.928 per dolar AS, sedikit membaik dari posisi penutupan kemarin .

Meski masih di bawah tekanan, penguatan ini memberikan sedikit kelegaan bagi pelaku pasar setelah beberapa hari berturut-turut rupiah terus tertekan oleh sentimen global yang kurang bersahabat.

Kurs Rupiah Hari Ini dan Perbandingannya

Nilai tukar rupiah hari ini, Kamis 25 Juni 2026, bergerak di level Rp17.928 per dolar AS . Angka ini menunjukkan penguatan dari posisi penutupan Rabu kemarin yang sempat menyentuh level Rp17.952 per dolar AS . Meskipun demikian, rupiah masih berada dalam rentang fluktuasi yang lebar dan belum sepenuhnya lepas dari tekanan.

Baca Juga:Rupiah Kembali Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi SorotanRupiah Stagnan di Rp17.826 per Dolar AS, Dukungan BI dan MSCI Belum Mampu Redam Penguatan Greenback

Untuk kurs jual beli di bank-bank besar, berikut perbandingan kurs dolar AS di beberapa bank pada hari ini:

BCA: Kurs jual Rp17.962 dan kurs beli Rp17.942 berdasarkan e-rate .

BRI: Kurs jual Rp17.971 dan kurs beli Rp17.943 berdasarkan e-rate, dengan kurs jual TT counter mencapai Rp18.105 .

Mandiri: Kurs jual Rp17.945 dan kurs beli Rp17.915 berdasarkan special rate .

BNI: Kurs jual Rp17.967 dan kurs beli Rp17.942 berdasarkan special rate .

Sentimen yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Perbaikan tipis rupiah hari ini tak lepas dari beberapa sentimen yang mempengaruhi pasar. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, terpantau menguat 0,17 persen ke level 101,57 . Penguatan dolar AS masih menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah .

Namun, ada beberapa sentimen positif yang mampu menahan laju pelemahan rupiah lebih dalam. Dari dalam negeri, rencana penerbitan Panda Bond dengan skema Local Currency Transaction (LCT) dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS . Selain itu, keputusan MSCI yang memperpanjang proses peninjauan aksesibilitas pasar Indonesia hingga November mendatang juga memberikan angin segar .

“Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekhawatiran tingkat suku bunga tinggi. Namun, kabar baik dari MSCI yang masih mempertahankan status emerging market (EM) pasar ekuitas Indonesia bisa sedikit banyak mendukung rupiah,” ujar Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong .

0 Komentar