Pembangunan peningkatan jaringan irigasi yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Saluran irigasi ini disambut baik karena diharapkan mampu mengoptimalkan pasokan air bagi lahan pertanian dan mendukung produktivitas para petani setempat.
Namun, di balik dukungan tersebut, warga juga menyoroti dugaan kualitas material yang dinilai perlu mendapat perhatian serius agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi teknis. Warga meminta pihak BBWS maupun pelaksana proyek untuk lebih selektif dalam memilih material yang digunakan, terutama terkait kualitas batu dan pasir yang memerlukan evaluasi berkala.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak berniat menghambat jalannya pembangunan. Sebaliknya, warga hanya berharap fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan lebih diperketat, sehingga hasil akhir pembangunan benar-benar berkualitas, kokoh, dan tahan lama.
Baca Juga:Talaga Biru Cicerem Hadirkan Wahana Kayak Transparan – VideoSPMB Tahap 1 SMP Negeri Diumumkan – Video
Berdasarkan informasi yang diterima warga, proyek peningkatan irigasi tersebut melintasi empat desa, yakni Desa Tawangsari, Desa Karangreja, Desa Kalisari, dan Desa Ambulu. Namun, warga mengaku belum mengetahui secara pasti panjang volume pekerjaan maupun nilai anggarannya karena belum melihat adanya papan informasi proyek yang dipasang di lokasi.
Selain masalah transparansi anggaran, warga juga meminta manajemen penempatan material di pinggir jalan diperhatikan secara bijak oleh pelaksana proyek agar tidak mengganggu atau menutup akses mobilitas jalan desa.
Bagaimanapun, keberadaan saluran irigasi yang memadai ini sangat dinantikan sebagai penunjang utama kebutuhan air bagi sektor pertanian, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil panen dan mendongkrak kesejahteraan para petani di wilayah Losari.