Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Cirebon akibat fenomena El Nino membuat suhu udara terasa semakin terik. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Hal tersebut kini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Cirebon.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiyawati, mengatakan bahwa cuaca panas ekstrem disertai kondisi lingkungan yang kering berpotensi memicu lonjakan kasus penyakit di masyarakat.
Untuk mengurangi dampak buruk tersebut, masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Asupan cairan yang cukup dinilai sangat penting untuk membantu menjaga kestabilan suhu tubuh dan meminimalkan risiko dehidrasi akut.
Baca Juga:Reses, Prof Rokhmin Dahuri Serap Aspirasi Warga Kota Cirebon – VideoAntrean Kendaraan Di SPBU Mengular – Video
Dinas Kesehatan juga mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan (outdoor), terutama saat matahari sedang terik di siang hari. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan pelindung tambahan seperti topi atau payung, serta memanfaatkan tempat berteduh secara berkala.
Selain itu, penerapan pola hidup sehat seperti istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan rutin berolahraga menjadi langkah krusial dalam menjaga daya tahan tubuh. Masyarakat juga diminta untuk tetap menggunakan masker saat berada di area terbuka yang berdebu guna mengurangi risiko penularan penyakit saluran pernapasan akut.
Melalui langkah-langkah preventif ini, Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan mandiri serta konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar dampak buruk cuaca ekstrem terhadap kesehatan dapat diminimalkan.