Keunikan Arsitektur dan Bangunan Bersejarah di Keraton Kanoman
Memasuki kompleks Keraton Kanoman, pengunjung akan disuguhi berbagai bangunan kuno dengan makna filosofis. Berbeda dengan Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dikenal lebih taat dan konservatif dalam memegang adat istiadat . Nama dan fungsi bangunan di sini banyak yang serupa dengan Keraton Kasepuhan, namun jumlahnya tidak sebanyak di sana .
Beberapa bangunan penting di antaranya adalah Bangsal Witana yang merupakan bangunan pertama di Cirebon yang dibangun oleh Ki Gedeng Alang-Alang, Kuwu Pertama Cirebon, bahkan lebih tua dari Keraton Kasepuhan . Kemudian ada Bangsal Pancaniti dan Pancaratna yang dulunya berfungsi sebagai tempat jaga prajurit kerajaan . Di dekat Pancaniti, terdapat Lumpang Alu, alat pembuat terasi yang konon digunakan oleh Pangeran Cakrabuana .
Di bagian dalam, terdapat Kompleks Siti Inggil atau Siti Hinggil, bangunan tertinggi di keraton ini . Di dalamnya, terdapat Bangsal Sekaten yang menjadi tempat gamelan karya Sunan Kalijaga dibunyikan, serta Bangsal Manguntur tempat Sultan memeriksa gamelan tersebut . Di sekeliling dinding, terdapat piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias, termasuk pemberian dari Putri Ong Tien .
Baca Juga:Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon: Menyusuri Jejak Kejayaan Kesultanan NusantaraMenbud RI Resmikan Ruang Pameran Tetap Museum Keraton Kanoman – Video
Fakta unik lainnya adalah adanya Lawang Seblawong, sebuah pintu kayu jati tua yang hanya dibuka setahun sekali, yaitu pada upacara Panjang Jimat pada 12 Rabiul Awal . Ada juga Gedung Gajah Mungkur yang menyimpan lonceng pemberian Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles .
Koleksi Pusaka dan Museum Keraton Kanoman
Di dalam gedung museum Keraton Kanoman, tersimpan berbagai benda bersejarah yang tak ternilai. Koleksi yang paling terkenal adalah Kereta Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana . Kedua kereta ini berbentuk burak, yaitu hewan yang dikendarai Nabi Muhammad saat Isra Mi’raj, dan masih terawat dengan baik .
Selain kereta, museum ini juga menyimpan peti Mesir, tombak, gamelan, keris, dan berbagai pusaka lainnya . Untuk masuk ke museum, pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp10.000 .
Tradisi dan Upacara Adat yang Masih Dilestarikan
Meskipun dulunya ada sekitar 50 tradisi, saat ini hanya 15 tradisi utama yang masih dipertahankan di Keraton Kanoman . Beberapa yang paling terkenal adalah Grebeg Syawal yang dilaksanakan seminggu setelah Idul Fitri, Bubur Suro, pembacaan Babad Cirebon, Panjang Jimat, dan ziarah ke makam leluhur Sunan Gunung Jati di Desa Astana .
