RADARCIREBON.TV – Cirebon memang dikenal sebagai kota dengan kekayaan kuliner yang luar biasa. Salah satu hidangan yang kini menjadi ikon kota udang ini adalah empal asem. Dengan kuah bening yang segar dan rasa asam yang khas, empal asem berhasil mencuri perhatian para pecinta kuliner. Namun, tahukah Anda bahwa asal usul empal asem Cirebon ternyata memiliki kisah panjang yang menarik? Mulai dari akulturasi budaya hingga inovasi kuliner, mari kita telusuri bersama perjalanan hidangan legendaris ini!
Empal Asem dan Saudaranya: Hubungan dengan Empal Gentong
Untuk memahami asal usul empal asem, kita tidak bisa melepaskannya dari empal gentong, hidangan yang sudah lebih dulu populer di Cirebon. Empal gentong sendiri telah ada sejak abad ke-15, pada masa Kesultanan Cirebon. Hidangan ini lahir dari perpaduan berbagai budaya karena Cirebon pada masa lalu menjadi tempat pertemuan orang-orang dari Arab, India, Tiongkok, dan Nusantara .
Nama “empal gentong” sendiri berasal dari bahan dan alat masaknya. “Empal” merujuk pada daging sapi yang dimasak hingga empuk, sementara “gentong” adalah periuk tanah liat yang digunakan sebagai wadah memasak . Proses memasaknya pun masih tradisional, menggunakan kayu bakar pohon asem yang memberikan aroma dan rasa khas .
Baca Juga:Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon: Menyusuri Jejak Kejayaan Kesultanan NusantaraKisah Menarik Asal Usul Bakso: Perjalanan Kuliner yang Mendunia
Pada awal kemunculannya, empal gentong dibuat menggunakan daging kerbau karena mayoritas penduduk masih menganut agama Hindu yang menghindari sapi. Namun pada era 1980-an, daging kerbau mulai sulit didapat dan digantikan dengan daging sapi yang lebih mudah diperoleh dari berbagai daerah .
Lahirnya Empal Asem: Alternatif Tanpa Santan
Empal asem muncul sebagai inovasi dari empal gentong untuk memberikan variasi rasa yang lebih segar . Sesuai dengan namanya, “asem” merujuk pada rasa asam yang dominan dalam hidangan ini, yang berasal dari belimbing wuluh dan air asam jawa .
Perbedaan utama antara empal asem dan empal gentong terletak pada kuahnya. Jika empal gentong menggunakan kuah santan yang gurih dan kental, empal asem menghadirkan kuah bening dari kaldu sapi tanpa santan dan tanpa kunyit . Inilah yang membuat empal asem menjadi alternatif bagi mereka yang tidak menyukai santan atau menginginkan hidangan yang lebih ringan .
