Kompleks Siti Inggil: Pusat Spiritual dan Filosofis
Di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, terdapat bangunan bernama Siti Inggil atau dalam bahasa Cirebon sehari-hari disebut “lemah duwur” yang berarti tanah tinggi . Bangunan ini didirikan pada tahun 1529, pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, dan memiliki makna filosofis yang mendalam.
Di dalam kompleks Siti Inggil terdapat lima bangunan tanpa dinding yang masing-masing memiliki nama dan fungsi tersendiri :
- Malang Semirang (bangunan utama di tengah): Tempat sultan melihat latihan keprajuritan atau pelaksanaan hukuman, dengan jumlah tiang utama 6 buah yang melambangkan rukun iman.
- Pendawa Lima (sebelah kiri): Tempat para pengawal pribadi sultan, dengan 5 tiang yang melambangkan rukun Islam.
- Semar Tinandu (sebelah kanan): Tempat penasehat Sultan atau Penghulu, dengan 2 tiang yang melambangkan Dua Kalimat Syahadat.
- Mande Pangiring (di belakang): Tempat para pengiring Sultan.
- Mande Karasemen: Tempat pengiring tetabuhan atau gamelan, tempat Gamelan Sekaten yang hanya dibunyikan dua kali setahun pada Idul Fitri dan Idul Adha.
Di kompleks Siti Inggil juga terdapat Lingga Yoni, semacam tugu batu yang merupakan lambang kesuburan dari pengaruh budaya Hindu . Keberadaan elemen ini semakin menegaskan bahwa Keraton Kasepuhan adalah tempat di mana berbagai agama dan budaya berpadu secara harmonis.
Baca Juga:Eksplorasi Pasar Loak Lemahwungkuk KesepuhanKeraton Kesepuhan Jadi Pusat Tradisi Dan Adat Cirebon
Koleksi Pusaka dan Benda Bersejarah
Keraton Kasepuhan memiliki museum yang cukup lengkap, berisi berbagai benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan . Salah satu koleksi yang paling terkenal dan dikeramatkan adalah Kereta Singa Barong, yaitu kereta kencana milik Sunan Gunung Jati . Kereta ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada setiap 1 Syawal untuk dimandikan dalam sebuah ritual tahunan .
Selain Kereta Singa Barong, museum ini juga menyimpan koleksi wayang, keris, meriam, furnitur, baju zirah Portugis, dan pakaian kerajaan kuno . Koleksi-koleksi ini menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Cirebon dan interaksinya dengan berbagai bangsa di masa lalu.
Keraton Kasepuhan Saat Ini
Hingga kini, Keraton Kasepuhan masih ditempati oleh keturunan Sultan dan keluarga kerajaan, namun beberapa bagian utama dibuka untuk umum . Keraton ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang paling populer di Cirebon, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
