Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda yang diusulkan oleh DPRD Provinsi Jawa Barat menuai sorotan tajam. Salah satunya datang dari pemerhati budaya Cirebon, Jajat Sudrajat, yang menilai usulan tersebut belum memiliki urgensi yang mendesak. Ia berpendapat, jika ingin melakukan perubahan nama, akan lebih bermarwah jika dikembalikan ke akar sejarah awal sebagai Provinsi Padjadjaran.
Usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Sunda yang sempat dibahas di tingkat legislatif tersebut memancing reaksi dari berbagai pihak. Jajat Sudrajat menjelaskan bahwa gagasan perubahan nama dari Jawa Barat menjadi Tatar Sunda atau Pasundan sebenarnya telah diperjuangkan sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1925 oleh Paguyuban Pasundan. Berdasarkan literatur catatan sejarah, kawasan Tatar Sunda mencakup wilayah budaya yang sangat luas, mulai dari Banten, Jakarta, hingga Sungai Cipamali di perbatasan Jawa Tengah.
Namun, untuk konteks saat ini, wacana tersebut dinilai belum menjadi prioritas utama. Wilayah administrasi Jawa Barat yang ada sekarang sudah sangat harmonis, khususnya Cirebon yang terbentuk dari akulturasi dan multikulturalisme berbagai suku serta agama. Bahkan, masyarakatnya kini sudah memiliki identitas tersendiri yang ditetapkan sebagai suku bangsa Cirebon.
Baca Juga:79 Botol Miras Disita dalam Operasi Pekat – VideoPolsek Gebang Gelar Patroli KYRD – Video
Jajat menyebutkan, jika jajaran pemerintahan dan legislatif tetap menghendaki adanya perubahan, maka mengembalikan nama wilayah ini menjadi Provinsi Padjadjaran jauh lebih merepresentasikan marwah sejarah. Sebab, tidak dapat dimungkiri bahwa para leluhur di Jawa Barat dan Cirebon berakar dari peradaban Kerajaan Padjadjaran.
Sementara itu, khusus untuk wilayah Cirebon sendiri, daerah ini memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan Jakarta. Pada era Kesultanan Cirebon, Faletehan atau Fatahillah mendapat tugas sebagai panglima perang gabungan Kesultanan Demak dan Cirebon untuk mengusir penjajah Portugis di Batavia. Misi tersebut berhasil menaklukkan Sunda Kelapa hingga berubah nama menjadi Jayakarta, yang kini dikenal sebagai Jakarta. Berangkat dari historis tersebut, muncul pula pandangan bahwa Cirebon justru lebih relevan jika diusulkan menjadi bagian dari wilayah Jakarta.