Kemarau panjang mulai berdampak pada sektor pertanian, khususnya areal padi, tidak adanya hujan dalam beberapa bulan terakhir, mengakibatkan puluhan hektar sawah kering kerontang dan tanahnya retak-retak dengan kedalaman sepuluh centimeter. Kondisi kian parah, lantaran air dari hulu tak sampai ke irigasi yang menjadi sumber masuknya air ke persawahan.
Beginilah kondisi lahan pertanian sawah padi di wilayah Desa Kalisapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Di sawah yang baru ditanami ini, padi tak lagi bisa tumbuh setelah tidak adanya pasokan air. Bahkan, pemilik lahan memilih pasrah dengan keadaan dan berupaya menggantinya dengan tanaman lain seperti semangka atau timun suri.
Hampir sembilan puluh lima hektar sawah di desa ini, kondisinya kering kerontang parah. Tanah yang harusnya basah dan lembab oleh air, justru mengalami retak-retak hingga kedalaman sepuluh centimeter. Kondisi kian parah, setelah irigasi yang menjadi sumber masuknya air dari hulu, juga kering kerontang.
Baca Juga:Disnaker Cirebon Dorong Kepatuhan Perusahaan Pengguna TKA – VideoPelaksanaan MPLS Di SMPN 4 Kota Cirebon – Video
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah desa, untuk menyelamatkan persawahan dari kekeringan dampak musim kemarau panjang. Pemdes sudah meminta kiriman air dari hulu, namun bukannya air yang datang, justru sampah yang membanjiri irigasi. Bahkan, dalam setahun para petani hanya bisa sekali tanam padi dan berjuang kembali dengan tanaman lain yang tahan dengan keterbatasan air.
Petani dan Pemdes berharap, pemerintah bisa segera memperbaiki jalur air untuk ke irigasi sawahnya, agar persoalan musim kemarua tidak terulang setiap tahunnya.