DLH Antisipasi Kebakaran TPAS Saat Kemarau Ekstrem – Video

DLH Antisipasi Kebakaran TPAS Saat Kemarau Ekstrem
0 Komentar

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun ini. Salah satu langkah preventif yang intensif dilakukan adalah merutinkan penyiraman air yang dicampur cairan Effective Microorganisms 4 (EM4) di area Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) guna mencegah potensi bencana kebakaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, menyebutkan bahwa kondisi kemarau ekstrem membuat tumpukan sampah di TPAS menjadi jauh lebih rentan terbakar. Menurutnya, kandungan gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik dapat memicu timbulnya percikan api dan kebakaran secara spontan saat suhu udara meningkat drastis.

Untuk mencegah hal tersebut, DLH tetap konsisten menerapkan metode semi-sanitary landfill dengan menimbun tumpukan sampah menggunakan lapisan tanah secara berkala. Selain penimbunan, penyiraman air yang dikombinasikan dengan cairan EM4 juga akan terus digalakkan secara rutin sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga:FKDC Dorong Perusahaan Penuhi Kuota Pekerja Difabel – VideoLPSK Kunjungi Korban Dugaan Penyiksaan Oknum Polisi – Video

Dede menegaskan bahwa proses penyiraman ini dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan. Pembatasan volume air ini sangat penting untuk mencegah meluapnya volume air lindi (cairan sampah) baru, yang jika tidak dikontrol justru berpotensi menimbulkan permasalahan pencemaran lingkungan lain di sekitar kawasan TPA.

Selain fokus pada pencegahan di lokasi TPAS, pihak DLH juga mengimbau masyarakat luas agar lebih aktif memilah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Langkah mandiri ini dinilai sangat efektif untuk menekan volume pasokan sampah organik yang masuk ke TPA, yang selama ini menjadi sumber utama pembentukan gas metana pemicu kebakaran.

0 Komentar