RADARCIREBON.TV – Perjalanan menuju Blok Pecantilan (Sadek), Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, bukanlah perjalanan biasa.
Untuk mencapai wilayah yang secara administratif berada di Provinsi Jawa Barat itu, rombongan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono ST, bersama Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia SH MH dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon Rudiana SE MAP, justru harus lebih dulu melintasi wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Jalan yang berliku, memutar, dan menembus batas dua provinsi menjadi gambaran nyata bagaimana ribuan warga Blok Pecantilan selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses. Wilayah yang masih berada di Jawa Barat itu seakan terpisah dari desa induknya sendiri karena dibatasi Sungai Cisanggarung.
Baca Juga:Akses Sulit Warga Cantilan Tawangsari Jabar, Muncul Wacana Dilepas ke Jateng ! DPRD: Jangan Sampai Dilepas!Ono Surono Video Call KDM Sampaikan Aspirasi Warga Korban Longsor – Video
Namun perjalanan panjang itu tidak menyurutkan langkah. Ono Surono bersama jajaran memilih datang langsung ke lokasi untuk melihat sendiri kondisi masyarakat, mendengar keluhan mereka, sekaligus memastikan negara benar-benar hadir bagi warga di daerah perbatasan.
Rombongan disambut langsung oleh Kuwu Tawangsari, Rojiki, bersama masyarakat yang selama ini berharap adanya perubahan nyata.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah perbatasan mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat Jawa Barat lainnya. Infrastruktur dan pelayanan publik tidak boleh terhambat hanya karena persoalan akses,” tegas Ono.
Di hadapan rombongan, Kuwu Rojiki menceritakan beratnya kehidupan masyarakat Blok Pecantilan. Setiap kali warga hendak mengurus administrasi ke kantor desa, mereka harus keluar lebih dulu menuju wilayah Brebes, Jawa Tengah, baru kemudian kembali masuk ke Desa Tawangsari.
Kesulitan itu menjadi jauh lebih berat ketika ada warga yang sakit. “Kalau ada warga yang membutuhkan pertolongan, mobil siaga desa berada di desa induk. Untuk sampai ke Blok Sadek harus memutar lewat Brebes terlebih dahulu. Padahal kondisi darurat membutuhkan waktu secepat mungkin,” ungkap Rojiki.
Menurutnya, sekitar 2.800 jiwa atau hampir 800 kepala keluarga tinggal di Blok Pecantilan, dari total sekitar 8.000 penduduk Desa Tawangsari.
Selama bertahun-tahun, masyarakat mengusulkan pembangunan jembatan yang dapat dilintasi kendaraan roda empat. Jembatan yang ada saat ini hanya mampu dilewati kendaraan roda dua sehingga mobil ambulans, mobil siaga maupun kendaraan logistik tidak bisa langsung masuk ke kawasan tersebut.
