Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 29 Juli 2026 Menguat ke Rp17.973 per Dolar AS, Simak Faktor Pendorongnya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah
Rupiah melemah hari ini (Pexels)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Di pasar spot, mata uang Garuda berada di level Rp17.973 per dolar AS, membaik setelah sehari sebelumnya sempat melemah hingga menembus angka psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen positif dari dalam negeri serta sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Kurs Rupiah Hari Ini

Mengacu pada data Bank Indonesia, berikut kurs referensi sejumlah mata uang asing terhadap rupiah:

Baca Juga:Rupiah Ambles ke Rp 18.093, Investor Was-was Tunggu Gubernur BI Baru Gantikan Perry WarjiyoRupiah Melemah ke Rp18.087 per Dolar AS, Tertekan Pengunduran Diri Gubernur BI

  • Kurs JISDOR Dolar AS: Rp17.978 per dolar AS
  • Euro (EUR): Jual Rp20.575,42 | Beli Rp20.367,10
  • Poundsterling (GBP): Jual Rp24.090,45 | Beli Rp23.845,37
  • Dolar Singapura (SGD): Jual Rp13.992,46 | Beli Rp13.851,08
  • Ringgit Malaysia (MYR): Jual Rp4.416,35 | Beli Rp4.368,13
  • Dolar Australia (AUD): Jual Rp12.616,91 | Beli Rp12.489,58

Faktor yang Mendorong Penguatan Rupiah

Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen positif, baik dari dalam maupun luar negeri.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Pasar merespons positif penunjukan Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank
  • Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.
  • Investor global memilih bersikap wait and see menjelang hasil rapat Federal Reserve terkait arah kebijakan suku bunga.
  • Kondisi pasar keuangan domestik yang relatif stabil turut memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Rupiah Masih Dipengaruhi Sentimen Global

Meski menguat, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi karena investor menunggu keputusan The Fed.

Kebijakan suku bunga Amerika Serikat berpotensi memengaruhi arus modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Jika suku bunga tetap tinggi, penguatan dolar AS dapat kembali memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Sebaliknya, jika The Fed memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter, rupiah berpeluang mempertahankan tren penguatannya.

Pelaku pasar dan masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi valuta asing disarankan terus memantau perkembangan nilai tukar, mengingat pergerakannya sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global maupun kebijakan moneter.

Pengamat menilai pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, terutama kebijakan suku bunga The Fed serta arus investasi asing. Pelaku usaha dan investor disarankan terus memantau pergerakan kurs sebelum melakukan transaksi valuta asing.

0 Komentar