Pendapatan Negara Rp1.459 Triliun, APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun

Mata uang Garuda dibuka di level Rp18.070 per dolar AS, menguat 21 poin atau sekitar 0,12 persen.
src-img : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I 2026 mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit terjadi karena realisasi belanja negara masih lebih besar dibandingkan pendapatan yang berhasil dihimpun pemerintah sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pendapatan negara pada semester pertama tahun ini mencapai Rp1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara telah terealisasi sebesar Rp1.656 triliun. Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi fiskal nasional masih berada dalam batas aman dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Pendapatan Negara Tumbuh Positif

Pendapatan negara sebesar Rp1.459,4 triliun berasal dari berbagai sumber penerimaan, termasuk perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Secara tahunan, penerimaan negara masih mencatat pertumbuhan positif, didukung meningkatnya aktivitas ekonomi, optimalisasi pengawasan perpajakan, hingga perbaikan tata kelola penerimaan negara.

Baca Juga:‎Pendapatan Pajak Daerah Kab. Cirebon Capai 91,7 Persen Dari Target – VideoInspektorat Akan Kawal Pendapatan Dari Sektor Pajak – Video

Meski menunjukkan tren yang baik, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu menutup kebutuhan belanja pemerintah yang meningkat pada paruh pertama tahun ini.

Belanja Negara Tembus Rp1.656 Triliun

Realisasi belanja negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.656 triliun. Angka tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.298,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp357,4 triliun.

Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah juga terus mempercepat penyaluran anggaran ke daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih merata.

Pemerintah Pastikan Defisit Tetap Aman

Menkeu Purbaya menegaskan defisit APBN semester I masih berada dalam koridor yang sehat. Menurutnya, pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal sehingga defisit tidak melewati batas yang ditetapkan undang-undang.

Pemerintah bahkan memproyeksikan defisit APBN sepanjang 2026 tetap berada di bawah 3 persen terhadap PDB, sehingga ruang fiskal masih cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membiayai berbagai program pembangunan nasional.

Selain itu, keseimbangan primer APBN juga masih mencatat surplus sehingga menjadi indikator bahwa kemampuan pemerintah dalam mengelola utang dan pembiayaan negara tetap terjaga.

0 Komentar