Harga Minyak Tembus US$100, APBN Tetap Aman dan BBM Subsidi Dijaga Pemerintah

harga minyak
Harga minyak dunia kembali menembus US$100 per barel imbas konflik Timur Tengah, pemerintah pastikan BBM subsidi tak naik. | Foto:gemini
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel pada Kamis (23/7/2026). Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi di Yaman mengaku menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah .

Minyak mentah Brent ditutup naik 7 persen menjadi US$100,69 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 6,2 persen ke level US$92,19 per barel . Ini menjadi penutupan tertinggi Brent sejak 22 Mei 2026.

Serangan Houthi dan Ancaman Jalur Pelayaran

Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap pengiriman minyak dari Arab Saudi. Kelompok tersebut mengaku menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran terpenting kedua di dunia setelah Selat Hormuz .

Baca Juga:Harga Minyak Tembus US$90 Lagi, Beban Berat Menanti APBN dan Kantong MasyarakatBahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Minyak Dunia Terus Melemah

Media pemerintah Arab Saudi, SPA, mengonfirmasi salah satu kapal mengalami kebakaran saat berlayar di Laut Merah, meski tidak menyebut pelaku serangan . Insiden ini memperburuk gangguan pasokan yang sebelumnya sudah terjadi akibat hampir terhentinya lalu lintas perdagangan melalui Selat Hormuz .

Analis memperkirakan Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb dilalui sekitar seperempat pasokan minyak dunia. Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan meningkatnya risiko perang darat serta terganggunya lalu lintas kapal tanker di dua jalur utama mendorong harga minyak mendekati rekor tertinggi empat tahun di level US$126,41 per barel .

Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tak Naik

Di tengah lonjakan harga minyak, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik. Purbaya menegaskan harga Pertalite akan tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter .

“BBM non-subsidi kan emang enggak disubsidi kan, terserah Pertamina. Kalau yang subsidi akan kita (pemerintah) jaga terus,” ujarnya di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/7/2026) .

Purbaya mengatakan APBN masih cukup kuat untuk menahan dampak kenaikan harga minyak. Harga minyak yang mencapai US$100 per barel masih sesuai dengan asumsi pemerintah dalam penyusunan APBN .

“Kita asumsikan kan 100 dollar AS. Berarti keadaan ini bukan hal yang baru untuk kita, jadi bisa kita adjust lagi nanti, anggarannya seperti sebelumnya. Jadi enggak kaget lah,” kata Purbaya .

0 Komentar