Menurut ahli kesehatan Jenn McFardland, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan fungsi mitokondria sehingga produksi adenosine triphosphate (ATP) ikut menurun. ATP merupakan sumber energi utama bagi setiap sel dalam tubuh.
Produksi ATP yang rendah dapat memicu atrofi otot hingga menyebabkan kelemahan otot. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi aktivitas fisik seseorang sehingga berdampak pada pengelolaan berat badan.
3. Tulang dan Otot Menjadi Mudah Nyeri
Risiko Osteoporosis Ikut Meningkat
Vitamin D sangat berperan dalam menjaga kesehatan tulang. Oleh karena itu, orang dewasa yang jarang terkena sinar matahari lebih berisiko mengalami nyeri otot maupun nyeri tulang.
Baca Juga:Argentina Siapkan Laga Perpisahan Bersejarah untuk Lionel Messi yang Tunda PensiunIni Dia! 10 Makanan Ampuh Atasi Kekurangan Vitamin D
Sebagian orang juga dapat merasakan sendi menjadi lebih kaku, terutama pada pagi hari. Selain itu, kekurangan vitamin D dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko osteoporosis pada orang dewasa.
4. Tubuh Mudah Lelah dan Sulit Tidur
Ritme Sirkadian Bisa Terganggu
Kurangnya paparan sinar matahari dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme ini berfungsi mengatur siklus tidur dan bangun setiap hari.
Saat mata menerima cahaya matahari, otak akan mengurangi produksi hormon melatonin sehingga tubuh menjadi lebih siap untuk beraktivitas. Sebaliknya, ketika suasana mulai gelap, produksi melatonin meningkat sebagai sinyal bahwa tubuh perlu beristirahat.
Jika tubuh jarang mendapatkan cahaya matahari, ritme tersebut bisa terganggu sehingga seseorang lebih mudah mengalami kelelahan, tidur tidak nyenyak, bahkan insomnia.
5. Sistem Imun Menurun dan Lebih Mudah Sakit
Vitamin D Mendukung Daya Tahan Tubuh
Paparan sinar matahari turut membantu meningkatkan fungsi limpa dan sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang kekurangan vitamin D akibat minim sinar matahari berpotensi lebih mudah terserang penyakit.
Saat cahaya matahari mengenai mata, sistem saraf otonom akan aktif dan dianggap sebagai sinyal untuk membantu pelepasan sel-sel imun dalam melawan infeksi. Karena itu, kecukupan vitamin D menjadi salah satu faktor yang mendukung daya tahan tubuh tetap optimal.
Berapa Lama Waktu Berjemur yang Dianjurkan?
Untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D, tubuh dapat memperoleh manfaat dari paparan sinar matahari selama sekitar 10 hingga 30 menit setiap hari. Selain itu, meluangkan waktu berjemur sekitar 5 hingga 30 menit sebanyak 2–3 kali dalam sepekan juga menjadi salah satu anjuran yang dapat dilakukan sesuai informasi pada artikel sumber.
