Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 25 Juli 2026 Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah: rupiah Anjlok ke Rp17.800 per Dolar AS Foto: pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan ini. Berdasarkan data pasar spot, rupiah berada di level Rp17.963 per dolar AS, atau turun sekitar 27 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.936 per dolar AS. Karena Sabtu merupakan hari libur pasar keuangan, acuan kurs hari ini mengacu pada posisi penutupan Jumat (24/7/2026). (Kontan)

Sementara itu, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia tercatat berada di level Rp17.973 per dolar AS, mencerminkan tekanan yang masih dialami mata uang Garuda di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Bank Indonesia)

Dolar AS Masih Mendominasi

Sepanjang perdagangan terakhir sebelum akhir pekan, rupiah sempat bergerak di kisaran Rp17.980 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup sedikit menguat ke level Rp17.963. Meski demikian, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar seiring menguatnya indeks dolar AS di pasar internasional.

Baca Juga:Rupiah Melemah ke Rp17.936 per Dolar AS: Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga AS Jadi Biang KerokRupiah Bangkit ke Rp17.920 per Dolar AS Hari Ini, Sentimen Negatif Mulai Mereda?

Penguatan dolar didorong ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan tetap tinggi lebih lama, sehingga investor global cenderung menempatkan dana pada aset berbasis dolar. Kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada dalam tekanan. (CNBC Indonesia)

Dipengaruhi Tarif Impor dan Sentimen Global

Selain faktor eksternal, pelemahan rupiah juga dipengaruhi sejumlah sentimen ekonomi lainnya. Salah satunya adalah kebijakan tarif impor baru yang diterapkan Amerika Serikat terhadap sejumlah produk Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kinerja ekspor nasional dan arus perdagangan.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali meningkat turut memicu kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global sekaligus memperkuat posisi dolar AS di pasar keuangan internasional. (Bisnis Indonesia)

Kurs Mata Uang Asing Lain

Selain dolar AS, Bank Indonesia juga merilis kurs transaksi sejumlah mata uang utama. Euro berada di kisaran Rp20.572 untuk kurs jual, poundsterling Inggris Rp24.081, dolar Singapura Rp13.960, dolar Australia Rp12.610, dan ringgit Malaysia Rp4.406. Nilai tukar tersebut menjadi acuan transaksi valas di pasar domestik. (Bank Indonesia)

0 Komentar