Rupiah Kembali Terperosok ke Rp18.111, Tertekan Konflik dan Gejolak Internal

ilustrasi
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.111 per dolar AS pada Kamis (30/7/2026) dibayangi konflik Timur Tengah dan gejolak internal. | Foto: pexels
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026) sore. Mata uang Garuda berada di posisi Rp18.111 per dolar AS, melemah 38 poin atau 0,21 persen dibandingkan hari sebelumnya . Bahkan di pasar spot, rupiah sempat menyentuh level Rp18.100, mencatatkan pelemahan 0,22 persen .

Pelemahan ini terjadi seiring dengan melemahnya mayoritas mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,28 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,27 persen, dolar Singapura turun 0,12 persen, dan yen Jepang juga melemah 0,12 persen .

Dua Sentimen Negatif Menekan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah masih dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari eksternal maupun domestik .

Baca Juga:Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 29 Juli 2026 Menguat ke Rp17.973 per Dolar AS, Simak Faktor PendorongnyaRupiah Melemah ke Rp18.087 per Dolar AS, Tertekan Pengunduran Diri Gubernur BI

Faktor eksternal yang paling dominan adalah meningkatnya kembali kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengancam akan menyerang Iran menyusul serangan rudal Iran terhadap pangkalan AS di Yordania . AS dan Arab Saudi bahkan telah melancarkan serangan terhadap pasukan paramiliter yang didukung Iran di Irak, dan AS juga melancarkan serangan terhadap Iran selama dua jam pada hari Rabu, mengakhiri jeda yang telah berlangsung sejak akhir pekan .

Ketegangan ini semakin memperkuat dolar AS sebagai aset safe haven dan menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Gejolak Internal Pasca Pengunduran Diri Gubernur BI

Di sisi internal, pasar masih mencermati dampak dari pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Ketidakpastian kepemimpinan di bank sentral ini terus membayangi pergerakan rupiah dan menjadi sentimen negatif tambahan di tengah tekanan eksternal yang sudah ada . Meskipun Bank Indonesia melalui kurs acuan JISDOR mencatatkan penguatan tipis ke Rp18.078, pasar spot justru bergerak berlawanan arah .

Selain itu, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun drastis menjadi 49,5 persen, anjlok sekitar 18 persen dibandingkan survei April 2026 . Penurunan ini menambah daftar sentimen negatif bagi rupiah.

Secara bulanan, rupiah diperkirakan mencatat pelemahan lebih dari 1 persen sepanjang Juli. Jika terealisasi, ini akan menjadi pelemahan bulanan kelima secara berturut-turut .

0 Komentar