Sering Diabaikan! Penderita Diabetes dan Hipertensi Berisiko Kehilangan Penglihatan

foto
komplikasi diabetes pada mata/ foto: gemini
0 Komentar

Deteksi dini ini sangat krusial, terutama untuk mengantisipasi penyakit seperti glaukoma. Glaukoma kerap dijuluki “pencuri penglihatan” karena menggerogoti saraf optik secara perlahan dari bagian tepi.

Karena penglihatan tengah masih jernih, pasien sering kali tidak sadar bahwa lapang pandangnya sudah makin menyempit.

Padahal, kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen dan tidak bisa disembuhkan, hanya bisa diperlambat jika ditemukan lebih awal.

Baca Juga:Di Tengah Isu Pensiun, Angel Di Maria Yakin Lionel Messi Belum Selesai Bersama Timnas ArgentinaJangan Anggap Sepele! Diabetes dan Hipertensi Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen, Ini Penjelasannya

Siapa Saja yang Harus Rutin Cek Mata?

dr. Low menyarankan penderita diabetes dan hipertensi untuk berkonsultasi mengenai jadwal rutin pemeriksaan mata yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Pemeriksaan ini menjadi sangat krusial bagi Anda yang memenuhi kriteria berikut:

  • Sudah bertahun-tahun mengidap diabetes atau hipertensi.
  • Kerap kesulitan mengontrol kadar gula darah atau tekanan darah.
  • Berusia paruh baya atau lansia.
  • Memiliki mata minus (rabun jauh) yang cukup tinggi.
  • Punya riwayat keluarga yang mengidap glaukoma.
  • Belum pernah melakukan pemeriksaan mata menyeluruh sama sekali.
  • Pernah terdeteksi memiliki tekanan bola mata di atas normal.

Mengontrol gula darah dan tensi memang kunci utama mencegah komplikasi. Namun, memasukkan pemeriksaan mata rutin ke dalam daftar perawatan berkala adalah langkah terbaik agar terhindar dari risiko Kebutaan permanen di kemudian hari.

0 Komentar