RADARCIREBON.TV- Sebagian besar orang baru berinisiatif mendatangi dokter mata ketika pandangan sudah mulai kabur atau bermasalah.
Padahal, bagi penderita diabetes dan hipertensi (tekanan darah tinggi), kerusakan pada jaringan mata bisa terjadi jauh sebelum gejala awal muncul.
Para ahli dari Asian Healthcare Specialists mengingatkan agar penderita diabetes dan hipertensi tidak menunda pemeriksaan mata menyeluruh sampai penglihatan terganggu.
Baca Juga:Di Tengah Isu Pensiun, Angel Di Maria Yakin Lionel Messi Belum Selesai Bersama Timnas ArgentinaJangan Anggap Sepele! Diabetes dan Hipertensi Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen, Ini Penjelasannya
Sebab, kerusakan pada retina maupun saraf optik kerap menggerogoti kemampuan melihat secara perlahan tanpa memicu rasa sakit sedikit pun.
Dokter Spesialis Mata Konsultan di Cornerstone Eye Centre, Singapura, dr. Low Jin Rong, menyebutkan bahwa banyak pasien sudah tertib mengontrol gula darah, tensi, hingga fungsi organ seperti jantung dan ginjal.
Sayangnya, mereka sering kali abai bahwa mata juga merupakan salah satu organ yang paling rentan terkena dampak penyakit kronis.
“Penglihatan yang masih jelas tidak selalu berarti retina, saraf optik, dan lapang pandang perifer berada dalam kondisi sehat. Gejala saja tidak cukup untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam mata,” ujar dr. Low dalam keterangan resminya.
Ancaman Diam-Diam pada Retina
Tinggi kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes dapat merusak pembuluh darah halus di retina—lapisan sensitif cahaya di belakang bola mata. Kondisi yang dikenal sebagai Retinopati Diabetik ini kerap berkembang tanpa disadari.
Pada tahap awal, penderita masih bisa membaca, bekerja, hingga menyetir dengan normal. Namun secara bertahap, pembuluh darah di retina bisa membengkak, bocor, hingga memicu perdarahan yang merusak ketajaman penglihatan.
Begitu pula dengan hipertensi. Tekanan darah tinggi yang dibiarkan terus-menerus dapat merusak pembuluh darah retina (Retinopati Hipertensi) hingga memicu kerusakan fatal pada saraf optik.
Baca Juga:Viral! China Gelar Duel Robot Humanoid Mirip UFC, Kepalanya Copot tapi Tetap MenangJohn Herdman Panggil 12 Pemain Naturalisasi ke Piala AFF 2026, Ini Daftarnya dan Nama-Nama yang Absen!
Beda Cek Mata Biasa dan Pemeriksaan Menyeluruh
Banyak orang mengira tes membaca angka atau huruf di papan (tes ketajaman visual) sudah cukup untuk memastikan mata sehat. Padahal, tes biasa tersebut belum bisa mendeteksi kerusakan organ dalam mata.
Pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter spesialis mencakup peninjauan kondisi retina, saraf optik, tekanan bola mata, hingga lapang pandang perifer (samping).
