Kemenkes Kembangkan Robot Bedah AI untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Indonesia

AI yang dikembangkan Kementerian Kesehatan bukan bertujuan menggantikan dokter.
Kemenkes siapkan 40 unit robot bedah untuk modernisasi layanan kesehatan dan peningkatan kompetensi dokter melalui teknologi AI. gambar : ilustrasi/geminiAI
0 Komentar

Indonesia Kejar Ketertinggalan Teknologi Bedah Robotik

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan saat menghadiri peringatan hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta. Pada kesempatan yang sama juga diluncurkan kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Bunda, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Budi, pemanfaatan teknologi bedah robotik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di kawasan, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, hingga Vietnam.

Karena itu, pemerintah membentuk Komite Robotik Kementerian Kesehatan yang bertugas menyusun arah pengembangan robotik nasional. Komite tersebut akan menyiapkan berbagai aspek penting, mulai dari standar pelayanan hingga strategi agar layanan bedah robotik semakin mudah diakses masyarakat.

Baca Juga:Cara Memilih Durian yang Bagus agar Dapat Daging Tebal dan ManisAwas! Kemenkes Ungkap 90 Persen Penderita Hepatitis di Indonesia Tak Sadar Terinfeksi, Waspada Silent Killer!

Evaluasi Pembiayaan Melalui BPJS Kesehatan

Di sisi pembiayaan, pemerintah juga sedang mengevaluasi kemungkinan agar layanan bedah robotik dapat masuk ke dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

Selain itu, Kementerian Kesehatan memperluas pelatihan bedah minimal invasif di 514 kabupaten dan kota sebagai langkah awal menuju pemanfaatan teknologi robotik yang lebih luas di Indonesia.

Rumah Sakit Bunda Siap Dukung Pengembangan SDM

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Ivan Rizal Sini, menyampaikan bahwa pencapaian hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta merupakan hasil dari konsistensi pengembangan layanan bedah minimal invasif selama lebih dari satu dekade.

Ia menegaskan pihaknya siap mendukung program pemerintah melalui pengembangan pusat pelatihan, berbagi pengalaman, serta memperluas transfer pengetahuan kepada dokter dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, semakin banyak dokter yang menguasai teknologi bedah robotik, maka manfaatnya akan semakin besar bagi masyarakat.

ITB Nilai Kolaborasi Jadi Kunci Inovasi

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menilai Indonesia memiliki kemampuan riset yang kuat dalam bidang teknik biomedis, biomekanika, robotika, dan kecerdasan buatan.

Namun, ia menekankan bahwa inovasi teknologi kesehatan hanya dapat berkembang secara optimal melalui kolaborasi erat antara perguruan tinggi, tenaga medis, rumah sakit, pemerintah, dan industri.

Baca Juga:Pendapatan Toy Story 5 Tembus Rp18,3 Triliun, Resmi Jadi Film Terlaris Tahun IniVietnam Simpan Strategi Bola Mati Jelang Duel Kontra Indonesia di Piala AFF 2026

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem inovasi kesehatan nasional.

Kemenkes Targetkan Indonesia Jadi Pusat Pengembangan Robot Bedah

0 Komentar