Konflik Iran-AS Kembali Memanas: Iran Luncurkan Rudal Balistik, AS dan Saudi Serang Milisi di Irak

Konflik Iran-AS Kembali Memanas
Konflik Iran-AS Kembali Memanas foto: pinterest
0 Komentar

Presiden AS Donald Trump pada Senin (27/7) mengatakan dia telah memutuskan untuk menunda serangan AS terhadap Iran guna memberikan kesempatan lagi bagi perundingan. Namun, Iran menegaskan bahwa saat ini mereka tidak terlibat dalam negosiasi dengan AS dan setiap pembicaraan di masa depan akan bergantung pada perubahan sikap Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menepis laporan bahwa Teheran telah meminta negosiasi dengan AS.

Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas nuklir negaranya akan dianggap sebagai perluasan perang dan dibalas dengan serangan terhadap kepentingan AS serta sekutunya. Teheran menegaskan tidak akan membiarkan AS mendikte bagaimana dan kapan pertempuran di Timur Tengah harus berakhir.

Dampak dan Kecaman Internasional

Pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam memanasnya konflik antara AS dan Iran, menilai pertempuran baru mengancam keselamatan warga sipil dan membahayakan stabilitas kawasan Timur Tengah. PBB juga menyoroti serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz yang membahayakan pelaut sipil sekaligus menghambat arus perdagangan internasional.

Baca Juga:Katy Perry Ngamuk! Lagu Firework Dipakai Gedung Putih untuk Video Serangan ke Iran, Langsung Protes KerasHarga Minyak Dunia Anjlok ke US$87, AS Hentikan Serangan ke Iran Buka Ruang Diplomasi

Menteri Luar Negeri Tiongkok dan negara-negara anggota ASEAN juga menyerukan penghentian segera konflik di Timur Tengah, menilai situasi tersebut mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan maupun dunia.

Konflik yang berkepanjangan ini telah menimbulkan kerugian besar di kedua belah pihak. IRGC mengklaim telah memusnahkan beberapa aset militer AS dalam 15 hari terakhir, termasuk pesawat tempur, helikopter, dan drone. Di sisi lain, serangan AS yang berlangsung 13 malam berturut-turut disebut juga menargetkan infrastruktur sipil Iran seperti jembatan kereta hingga infrastruktur air.

0 Komentar