Kekeringan di Jawa Barat Meluas ke 17 Daerah, Majalengka Tetapkan Status Siaga Darurat

ilustrasi kemarau
BMKG peringatkan 6 wilayah alami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari jelang puncak musim kemarau 2026.
0 Komentar

BPBD juga meminta pemerintah kecamatan dan desa melakukan pemetaan wilayah terdampak secara berkala, agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Ancaman Kebakaran Lahan dan Imbauan Masyarakat

Selain ancaman kekeringan, BPBD turut mewaspadai potensi karhutla yang dapat terjadi di kawasan hutan negara, sekitar Taman Nasional Gunung Ciremai maupun lahan kering milik masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terkini, telah terjadi 12 kejadian kebakaran lahan dengan total luas area yang terdampak mencapai 10,85 hektare. Seluruh insiden tersebut tercatat dalam periode singkat, yakni antara 12 hingga 21 Juli 2026.

Baca Juga:Angin Kencang di Pulau Jawa Diprediksi Berlangsung hingga Akhir Musim Kemarau 2026BMKG: Indonesia Sudah Masuk Fase El Nino Kuat, Dampaknya Lebih Parah dari 2023

BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan tidak melakukan pembakaran lahan atau membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran hutan. Peningkatan kejadian kebakaran menjadi dasar bagi BPBD untuk mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD di seluruh Jawa Barat telah menyalurkan total lebih dari 4 juta liter air bersih. BPBD Kabupaten Majalengka juga terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, dinas terkait, dan relawan kebencanaan untuk meminimalkan dampak kekeringan serta karhutla selama masa siaga darurat yang berlangsung hingga akhir Oktober 2026.

0 Komentar