Kondisi Badan Usaha Milik Daerah Kota Cirebon disoroti mantan Ketua DPRD Kota Cirebon. Suryana menilai agar legislatif memperketat pengawasan dan tidak hanya menjadi penonton karena kerugian yang terus dialami sejumlah BUMD sudah sangat mengkhawatirkan.
Mantan Ketua DPRD Kota Cirebon periode 1991 sampai 2004 Suryana menyoroti keberadaan Badan Usaha Milik Daerah yang seharusnya menjadi sumber pendapatan asli daerah, yang kini justru belum mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Pemerintah Kota Cirebon.
Suryana menyebut kondisi Perumda Pembangunan dan Perumda Farmasi sudah sangat memprihatinkan karena terus mengalami kerugian dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Baca Juga:Mahyudin Kembali Pimpin IKA UGJ – VideoReuni Emas Alumni Smanda 76 – Video
Menurut Suryana, DPRD memiliki fungsi pengawasan yang harus dijalankan secara serius. Legislatif diminta tidak tinggal diam atau duduk manis, namun aktif mengevaluasi kinerja direksi dan memastikan setiap penyertaan modal daerah memberikan hasil bagi masyarakat.
Suryana bahkan menegaskan, apabila ada BUMD yang terus merugi dan tidak memiliki prospek perbaikan, pemerintah daerah harus berani mengambil langkah tegas dengan melakukan restrukturisasi hingga menutup atau “mengamputasi” BUMD yang sakit sakitan agar tidak terus menjadi beban keuangan daerah.
Sementara, Suryana yang juga tokoh atau politisi senior Kota Cirebon berharap Pemerintah Kota dan DPRD dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh BUMD agar pengelolaannya lebih sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan asli daerah.
Seperti informasi sebelumnya, sejumlah BUMD Pemerintah Kota Cirebon tengah dalam kondisi sakit, bahkan hingga merumahkan para pegawai. Akibatnya, jangankan menyumbangkan PAD, kondisi BUMD yang memprihatinkan dikhawatirk terus menggerogoti dan menjadi beban APBD Kota Cirebon.