Rapat dengar pendapat dan pernyataan sikap penolakan terhadap rencana KPBU Alat Penerangan Jalan atau APJ Kota Cirebon dilaksanakan tertutup. Ironisnya, forum yang membahas proyek KPBU APJ ini justru tak dihadiri unsur eksekutif Pemerintah Kota Cirebon.
Rapat dengar pendapat yang diharapkan menjadi ruang untuk membuka persoalan KPBU APJ justru berlangsung tanpa kehadiran pihak eksekutif. SRCM menilai ketidakhadiran Pemerintah Kota Cirebon semakin memperkuat kesan bahwa rencana KPBU APJ belum terbuka kepada publik.
Ketua SRCM, Jhony Benno, menyebut sejak awal Pemerintah Kota Cirebon dinilai tidak transparan mengenai rencana proyek yang ditargetkan berjalan pada 2027. Mulai dari titik pemasangan hingga berapa besaran anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah kota setiap tahun, dinilai belum dijelaskan secara terbuka.
Baca Juga:MPA Aktifkan Embung Cegah Karhutla Ciremai – Video‎DPRD Dorong Tindak Lanjut Persoalan Daerah – Video
SRCM menyoroti kondisi dan kemampuan fiskal APBD Kota Cirebon juga terbatas. Bahkan SRCM menyorot realisasi Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak yang disebut baru berada di kisaran 57 persen, padahal seharusnya sudah mencapai sekitar 80 persen. Di tengah kondisi fiskal yang terbatas, SRCM mempertanyakan urgensi mengikat APBD dalam proyek KPBU APJ untuk jangka panjang.
Ketua DPRD Kota Cirebon menjelaskan hingga saat ini belum ada rapat bersama eksekutif yang membahas secara formal rencana KPBU APJ. DPRD menyebut akan kembali menggelar RDP dan membuka informasi kepada publik setelah pihak eksekutif menyelesaikan berbagai tahapan KPBU APJ. Mirisnya, di saat publik mempertanyakan transparansi dan beban anggaran, DPRD sendiri mengaku belum memegang data formal dari pemerintah kota.
Di lain sisi, belum adanya data perkembangan dan tahapan proyek KPBU APJ yang disampaikan secara formal kepada DPRD membuat publik menilai dan menanyakan KPBU APJ ini benar-benar menguntungkan Kota Cirebon atau justru menjadi beban APBD di masa mendatang.
SRCM berencana mendesak dan meminta RDP ulang yang harus dihadiri oleh unsur eksekutif agar segalanya menjadi terang benderang.